<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>general Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/category/general/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/category/general/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2026 07:31:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>general Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/category/general/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rayakan Cita Rasa Kuliner Indonesia, Airbnb Gandeng Chef Arnold dan Reynold Poernomo Hadirkan Buku Resep Ekslusif</title>
		<link>https://newsdetik.co/rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif</link>
					<comments>https://newsdetik.co/rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 06:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[general]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=3222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku resep eksklusif hasil kurasi kedua chef mengajak wisatawan mengenal warisan kulinerIndonesia. Mulai dari pasar...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif/">Rayakan Cita Rasa Kuliner Indonesia, Airbnb Gandeng Chef Arnold dan Reynold Poernomo Hadirkan Buku Resep Ekslusif</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="400" height="225" src="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2026/08/Potret-Chef-Arnold-Poernomo-dalam-agendaCulture-Culinary-Trail-Luncheon-yang-diselenggarakan-Airbnb-di-BaliDokumentasi-Airbnb-1-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-3216" srcset="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2026/08/Potret-Chef-Arnold-Poernomo-dalam-agendaCulture-Culinary-Trail-Luncheon-yang-diselenggarakan-Airbnb-di-BaliDokumentasi-Airbnb-1-400x225.jpg 400w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2026/08/Potret-Chef-Arnold-Poernomo-dalam-agendaCulture-Culinary-Trail-Luncheon-yang-diselenggarakan-Airbnb-di-BaliDokumentasi-Airbnb-1-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></figure>
</div>


<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">Buku resep eksklusif hasil kurasi kedua chef mengajak wisatawan mengenal warisan kuliner<br>Indonesia. Mulai dari pasar dan bahan-bahan lokal, hingga pengalaman memasak bersama di Airbnb</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jakarta, 11 Agustus 2026</strong> &#8211; Airbnb berkolaborasi dengan Chef Arnold dan Reynold Poernomo untuk menghadirkan buku resep eksklusif yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Indonesia. Bahan-bahannya pun menggunakan bahan lokal yang mudah ditemukan di pasar sekitar agar tamu dapat mencoba membuatnya di dapur Airbnb tempat tamu menginap. Kolaborasi ini hadir seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan berbasis kuliner. Sejak Airbnb Experiences meluncurkan kategori kuliner pada Mei 2025, kategori Food &amp; Drinks telah menjadi salah satu dari tiga kategori Airbnb Experiences terpopuler di Indonesia.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab tak sekadar menikmati kuliner selama berlibur, wisatawan ternyata juga semakin tertarik memasak sendiri di penginapan. Hal ini terlihat dari meningkatnya pencarian penginapan Airbnb dengan fasilitas dapur di Indonesia yang naik lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Chef Reynold Poernomo mengatakan, &#8220;Kolaborasi kami dengan Airbnb bukan hanya tentang berbagi resep, tetapi juga mengajak lebih banyak orang untuk meluangkan waktu bersama di dapur dan menciptakan hidangan yang merefleksikan kekayaan budaya lokal. Hal yang kami sukai dari memasak di Airbnb adalah semua orang bisa berkumpul di dapur dan menikmati prosesnya bersama, bukan hanya orang yang memasak.&#8221; &#8220;Hidangan rumahan bahkan bisa memberikan pengalaman yang lebih berkesan daripada menikmati makanan di restoran. Dengan memasak dan menyantap makanan bersama, wisatawan dapat mengenal Indonesia tidak hanya melalui cita rasanya, tetapi juga melalui kebersamaan, cerita, dan kenangan yang tercipta di meja makan. Itulah yang membuat pengalaman menginap di Airbnb begitu istimewa karena kita bisa membawa pulang cita rasa tersebut ke dapur yang terasa senyaman rumah sendiri,&#8221; sambung Chef Arnold Poernomo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menjelajahi warisan kuliner Nusantara lewat bahan-bahan lokal</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkolaborasi dengan Nusa Gastronomi Indonesia dan Airbnb, Chef Arnold dan Chef Reynold merancang setiap resep dengan mengangkat satu bahan khas yang mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional Indonesia. Bahan-bahan terpilih tersebut menjadi karakter dan cerita yang membentuk setiap hidangan:<br>● <strong>Kluwek</strong> — Dalam kondisi segar, biji ini bersifat beracun. Ia harus dikubur dalam campuran abu dan tanah selama beberapa minggu sebelum dapat diolah. Proses ini menghasilkan warna hitam pekat dan cita rasa yang kaya, menyerupai truffle, yang<br>menjadi karakter khas hidangan Steak Jawa kreasi Chef Arnold.<br>● <strong>Kecap Manis</strong> — Dibuat dari kedelai yang difermentasi dan dipadukan dengan gula aren rempah-rempah, kemudian dimasak hingga menghasilkan tekstur yang kental dan berkilau. Bumbu khas Indonesia ini menjadi kunci kelezatan Jimbaran Squid racikan<br>Chef Arnold.<br>● <strong>Daun Pandan</strong> — Daun tropis aromatik yang menjadi bagian penting dalam kuliner Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dengan aroma floral yang lembut dan warna hijau alami yang khas, daun pandan menghadirkan kedalaman rasa sekaligus sentuhan tradisi<br>dalam hidangan Churros with Pandan Custard kreasi Chef Reynold.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kuliner Indonesia dibangun dari kekayaan rempah-rempah, aneka bumbu, dan tanaman aromatik yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Makanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Indonesia. Ketika kita memasak, kita tidak hanya menikmati cita rasanya, tetapi juga menghargai sejarah serta asal-usul di balik setiap bahan yang digunakan,&#8221; ujar Mei Batubara, peneliti kuliner di Nusa Gastronomi Indonesia yang melakukan riset sekaligus menyusun kisah di balik setiap bahan dalam buku resep tersebut.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh resep lengkap beserta takaran dan langkah-langkah pembuatannya dapat ditemukan dalam <strong><a href="https://news.airbnb.com/wp-content/uploads/sites/4/2026/07/Airbnb-x-Poernomo-Recipe-Book.pdf">Airbnb x Poernomo Recipe Book.</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rekomendasi penginapan Airbnb dengan fasilitas dapur pilihan Chef Arnold dan Reynold</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Chef Arnold Poernomo, buku resep ini bukan sekadar untuk dibaca, melainkan untuk dipraktikkan langsung di dapur penginapan Airbnb. Berikut adalah empat hal yang menjadi pertimbangan Chef Arnold dan Chef Reynold saat<br>memilih penginapan untuk pengalaman kuliner:<br>● <strong>Dapur yang memadai untuk memasak bersama</strong> — Memiliki ruang yang nyaman untuk menyiapkan hidangan sederhana maupun memasak menu lengkap bersama keluarga atau teman.<br>● <strong>Ruang berkumpul yang nyaman</strong> — Tersedia area makan atau ruang komunal yang mengajak wisatawan menikmati waktu bersama sambil berbagi cerita dan hidangan.<br>● <strong>Kesempatan menemukan pengalaman kuliner baru</strong> — Chef Arnold merekomendasikan kepada wisatawan untuk mencoba Airbnb Experiences yang menghubungkan mereka secara langsung dengan petani lokal, chef, maupun tuan rumah. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati pengalaman kuliner yang lebih autentik.<br>● <strong>Kenyamanan layaknya di rumah sendiri</strong> — Menurut Chef Reynold, kenyamanan tetap menjadi faktor utama, khususnya saat bepergian bersama keluarga atau teman.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa vila Airbnb bahkan menyediakan layanan bersantap di dalam penginapan maupun pengalaman kuliner yang dikurasi dan disajikan langsung oleh tuan rumah. Bagi wisatawan yang ingin menghadirkan pengalaman tersebut, berikut tiga rekomendasi<br>penginapan Airbnb di Bali pilihan Chef Arnold dan Chef Reynold yang dilengkapi fasilitas dapur untuk mendukung pengalaman memasak selama berlibur:<br>● <strong><a href="https://www.airbnb.co.in/rooms/833666182539293390?source_impression_id=p3_1786429544_P3GauwH7GhsUg-5j">Modern LOFT • Glass Pool • River Ravine View</a></strong> — Vila tiga kamar tidur yang dikelilingi pemandangan lembah dan hutan, dilengkapi dapur berkonsep terbuka yang terhubung dengan area makan.<br>● <strong><a href="https://www.airbnb.co.in/rooms/1289499256972479515?source_impression_id=p3_1786429637_P3QLWYrE7DF1adBI">ALPHA HOUSE</a></strong> — Vila empat kamar tidur rancangan arsitek Alexis Dornier yang menghadirkan dapur bergaya loft. Tersedia layanan concierge yang dapat membantu mengatur kebutuhan belanja bahan makanan maupun kunjungan ke pasar.<br>● <a href="https://www.airbnb.co.in/rooms/1385887647332665760?source_impression_id=p3_1786429639_P3TFI-sMWzIxIy_L"><strong>12BR Myosotis &amp; Veni Vidi Vici Dual-Villa</strong> </a>— Kompleks dua vila dengan masing- masing enam kamar tidur, dilengkapi dapur dengan peralatan premium dan kompor otomatis untuk mendukung pengalaman memasak selama menginap.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif/">Rayakan Cita Rasa Kuliner Indonesia, Airbnb Gandeng Chef Arnold dan Reynold Poernomo Hadirkan Buku Resep Ekslusif</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/rayakan-cita-rasa-kuliner-indonesia-airbnb-gandeng-chefarnold-dan-reynold-poernomo-hadirkan-buku-resep-ekslusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Media Sosial Dijadikan Alat untuk Menyelesaikan Kasus Kehilangan Barang</title>
		<link>https://newsdetik.co/ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang</link>
					<comments>https://newsdetik.co/ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 09:27:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=3114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Sino Marsyedi Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Paramadina Dalam satu dekade terakhir, media sosial telah...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang/">Ketika Media Sosial Dijadikan Alat untuk Menyelesaikan Kasus Kehilangan Barang</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-small-font-size wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Sino Marsyedi <br>Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Paramadina</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam satu dekade terakhir, media sosial telah berkembang menjadi ruang interaksi publik yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga menjadi arena penyampaian keluhan dan pencarian keadilan. Salah satu fenomena paling menarik adalah bagaimana masyarakat menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter) untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sebelumnya dianggap pribadi atau administratif, seperti kehilangan barang di ruang publik. Kasus tumbler KAI yang sempat viral menjadi contoh nyata bagaimana media sosial mampu membentuk narasi publik, mendorong respons institusi, dan memunculkan perdebatan luas tentang etika, tanggung jawab, dan budaya digital masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media Sosial sebagai Alternatif Sistem Pengaduan Publik, Sebelumnya, ketika seseorang kehilangan barang, langkah yang ditempuh relatif sederhana: melapor ke petugas, mengisi formulir <em>lost and found</em>, dan menunggu dengan harapan barang ditemukan. Namun, perkembangan teknologi dan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi membuat mekanisme formal tersebut dirasa tidak memadai. Banyak orang kini menganggap bahwa jalur resmi tidak memberi hasil memuaskan. Di sinilah media sosial mengambil peran sebagai <em>jalur alternatif</em> penyelesaian masalah. Dalam hitungan menit, sebuah unggahan tentang barang hilang dapat menjangkau ribuan orang, menciptakan peluang lebih besar untuk mendapatkan bukti, saksi, atau bahkan menemukan pelaku. Media sosial menjadi “megafon digital” yang memperkuat suara individu sehingga dapat didengar oleh publik luas,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Unggahan Pribadi Menjadi Peristiwa Kolektif, Dalam kajian komunikasi massa, opini publik terbentuk melalui proses interaksi sosial ketika sekelompok orang memiliki perhatian dan pandangan terhadap suatu isu. Pada kasus kehilangan barang, unggahan pemilik barang yang berisi kronologi, foto, atau rekaman video adalah titik awal pembentukan opini publik. Publik segera memberikan respons berupa komentar, analisis, empati, simpati, atau bahkan kecaman. Interaksi inilah yang mengubah isu pribadi menjadi peristiwa kolektif. Namun, penting untuk memahami bahwa opini publik di media sosial tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga emosional. Netizen sering bereaksi bukan semata-mata karena fakta, tetapi karena narasi bersifat emosional yang berhasil menggugah perasaan mereka. Hal ini membuat opini publik mampu berkembang lebih cepat daripada proses klarifikasi atau investigasi yang dilakukan pihak terkait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kasus kehilangan tumbler KAI, misalnya, opini publik terbelah menjadi dua:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Kelompok pro-korban yang merasa bahwa layanan publik lalai, menuduh petugas mencuri barang dan bersimpati pada pemilik barang.</li>



<li>Kelompok yang mempertanyakan narasi yang dibangun, menilai bahwa perkaranya sepele atau terlalu dibesar-besarkan, padahal petugas sendiri telah menawarkan untuk mengganti secara pribadi barang yang hilang.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Dinamika ini menggambarkan bagaimana opini publik tidak pernah satu suara, melainkan selalu terdiri dari berbagai sudut pandang yang berinteraksi dalam satu ruang digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekanan Sosial Ketika sebuah isu menjadi viral, media sosial sering menciptakan tekanan sosial yang sangat kuat. Tekanan ini dapat menggerakkan pihak terkait untuk bertindak lebih cepat dari biasanya. Misalnya, PT KAI yang mendapat sorotan publik mungkin segera mengeluarkan pernyataan resmi, atau melakukan investigasi lebih mendalam untuk melindungi citra mereka. Namun, mekanisme ini juga kadang terlewati, seperti Ketika keputusan yang diambil tanpa merunutkan permasalahan dengan baik atau melakukan investigasi yang kurang mendalam sehingga menimbulkan konflik internal yang dimana merugikan petugas itu sendiri tanpa bukti yang kuat bahwa petugas murni bersalah. Dengan pengambilan Keputusan yang kurang tepat malah membuat boomerang untuk PT KAI, Membuat publik merespon bahwa yang harusnya bersalah adalah pelapor yang telah lalai dengan barang bawaannya sendiri yg dimana barang bawaan menjadi tanggung jawab masing – masing individu Ketika berada diruang publik khususnya transportasi umum. Ditambah disetiap perjalanan kereta selalu ada pengumuman informasi atau peringatan untuk menjaga barang masing – masing penumpang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena <em>trial by social media</em> ini dapat merusak reputasi, Tidak sedikit kasus di mana orang yang dianggap “pelaku” ternyata hanyalah korban salah paham atau salah dalam mengambil keputusan. Dalam konteks inilah media sosial sering menjadi tempat “hukum sosial”. Dalam kasus tumbler ini yang tadinya pelapor mengharapkan keadilan dengan hilangnya barang malah berbalik diserang oleh netizen karna dianggap salah atas kelalaiannya sendiri yang berakibat seorang petugas kehilangan pekerjaanya. Netizen malah berempati kepada petugas yang dipecat dari pada pelapor yang kehilangan barang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Membangun Budaya Digital yang Sehat, Agar media sosial tetap menjadi alat yang bermanfaat dalam penyelesaian masalah, beberapa langkah penting perlu diperhatikan:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital, terutama terkait etika berbagi informasi, privasi, dan pentingnya verifikasi fakta.</li>



<li>Institusi publik harus memperkuat layanan dan memperbaiki system untuk investigasi mendalam, serta bersikap lebih bijak dalam mengambil keputusan.</li>



<li>Pengguna perlu memahami batas antara kritik dan serangan, serta menghindari asumsi sebelum fakta terbukti dengan jelas.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan PT KAI untuk mempekerjakan kembali petugas yang sebelumnya diberhentikan dalam kasus tumbler merupakan langkah strategis yang tepat jika dilihat dari sudut komunikasi krisis, manajemen reputasi, dan penguatan budaya organisasi. Langkah ini tidak hanya menunjukkan bahwa PT KAI berupaya mengelola persepsi publik, tetapi juga memperlihatkan kesediaan perusahaan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap proses internalnya. Dengan mengembalikan petugas tersebut, PT KAI mempertegas komitmennya terhadap prinsip keadilan dan proporsionalitas, sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak mengambil keputusan semata-mata karena tekanan opini publik. Tindakan ini juga membantu membangun citra perusahaan sebagai organisasi yang humanis, transparan, dan bertanggung jawab, sebuah nilai penting yang semakin diapresiasi masyarakat di era digital. karena publik cenderung menghargai institusi yang berani mengoreksi diri dan menunjukkan empati baik kepada pelanggan maupun pegawainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era digital ini Media sosial telah menjadi alat penting dalam menyelesaikan berbagai kasus, terutama ketika mekanisme formal dianggap tidak efektif. Namun keberhasilan ini sangat bergantung pada bagaimana opini publik terbentuk dan dikelola. Kasus-kasus viral baik seperti tumbler menjadi cermin bagaimana masyarakat bereaksi, bagaimana institusi merespons, dan bagaimana opini publik bekerja sebagai kekuatan sosial yang nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat atau malah jadi membahayakan? Tergantung bagaimana cara kita menggunakannya.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang/">Ketika Media Sosial Dijadikan Alat untuk Menyelesaikan Kasus Kehilangan Barang</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/ketika-media-sosial-dijadikan-alat-untuk-menyelesaikan-kasus-kehilangan-barang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Lead Institute Universitas Paramadina Gelar Program Perempuan dan Perubahan Iklim</title>
		<link>https://newsdetik.co/the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim</link>
					<comments>https://newsdetik.co/the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 08:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[general]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=3029</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; 22 Agustus 2025 – Perubahan iklim berdampak besar terhadap kehidupan manusia dan keanekaragaman...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim/">The Lead Institute Universitas Paramadina Gelar Program Perempuan dan Perubahan Iklim</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jakarta &#8211; 22 Agustus 2025 – Perubahan iklim berdampak besar terhadap kehidupan manusia dan keanekaragaman hayati. Perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling rentan, terutama di wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan abrasi, rob, dan kerusakan lingkungan.<br>Sebagai upaya mendukung ketahanan komunitas pesisir, The Lead Institute Universitas Paramadina menyelenggarakan Program Perempuan &amp; Perubahan Iklim: Adaptasi-Mitigasi Berbasis Komunitas pada 22–23 Agustus 2025 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Program ini disponsori oleh PT Kilang Pertamina Internasional.<br>Program edukasi dan workshop melibatkan puluhan perempuan pesisir yang sehari-hari berperan dalam keluarga, ekonomi lokal, hingga pelestarian lingkungan. Peserta memperoleh materi serta pelatihan singkat mengenai strategi adaptasi sekaligus praktik mitigasi sederhana berbasis komunitas.<br>Acara dibuka oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Veronica Tan melalui rekaman video. Dalam sambutannya, Veronica menekankan pentingnya peran perempuan sebagai aktor utama dalam menjaga ketahanan keluarga dan komunitas di tengah krisis iklim.<br>&#8220;Perempuan tidak hanya rentan terhadap perubahan iklim, tetapi juga bisa menjadi aktor atau agen perubahan yang efektif terkait mitigasi dan adaptasi,&#8221; kata Veronica.<br>Ia menambahkan, perempuan memiliki pengetahuan dan keahlian yang dapat diterapkan dalam mitigasi perubahan iklim, strategi pengurangan risiko bencana, serta adaptasi berbasis komunitas. &#8220;Peran perempuan sebagai pengurus sumber daya alam dan rumah tangga memungkinkan mereka berkontribusi dalam strategi penghidupan yang disesuaikan dengan realitas perubahan lingkungan,&#8221; jelasnya.<br><br><strong>Budaya Lokal sebagai Modal Sosial</strong><br>Direktur The Lead Institute Universitas Paramadina, Suratno Muchoeri menyatakan, pemberdayaan perempuan menjadi kunci memperkuat ketahanan masyarakat pesisir. Selain teknis adaptasi, program edukasi perempuan dan perubahan iklim juga mengangkat kearifan budaya lokal yang sejak lama menempatkan perempuan pada posisi penting dalam menjaga keseimbangan alam.<br>&#8220;Indonesia memiliki dua modal besar dalam menghadapi perubahan iklim, yakni budaya dan agama. Dalam antropologi, banyak cerita rakyat yang mengungkap aspek gender dan budaya. Dalam konteks perubahan iklim, kami menyoroti simbol budaya seperti Dewi Laut dan Dewi Darat,&#8221; kata Suratno.<br>Ia mencontohkan, berbagai daerah di Indonesia mengenal simbol perempuan sebagai pelindung alam. Misalnya sosok Nyi Roro Kidul di Jawa Tengah, Sunan Ambu di masyarakat Sunda, Jawa Barat, Putri Mandalika di Suku Sasak NTB. Sementara orang Batak menyebutnya Siboru Biding Laut, Ina Kabuki di Maluku, Ina Lefa di NTT hingga Ratu Niyang Sakti di Bali.<br>“Artinya, kebudayaan kita sejak lama memposisikan perempuan pada kedudukan mulia: sebagai pelindung, pengayom, dan penjaga keseimbangan alam,” ujarnya.<br>Rangkaian kegiatan yang dimoderatori Peneliti The Lead Institute, Maya Fransiska S.Ag menghadirkan pemaparan materi lintas disiplin dari akademisi, praktisi, hingga aktivis. Pakar Gender Rumtini Ikhsan, Ph.D., menyoroti keterhubungan erat antara krisis iklim dan ketidaksetaraan gender. Ia mengingatkan bahwa beban perempuan akan semakin berat ketika lingkungan rusak.<br>“Perempuan menghadapi beban ganda ketika lingkungan rusak, tetapi sekaligus punya kapasitas besar untuk memimpin perubahan. Mengatasi krisis iklim berarti juga memperkuat kesetaraan gender,” jelasnya.<br><br>Dr. Sunaryo, dosen Universitas Paramadina, mengangkat ekoteologi sebagai perspektif etis dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa spiritualitas dapat menjadi energi perubahan. “Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga kewajiban spiritual. Mengurangi sampah, merawat air, dan mengelola energi adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.<br>Aspek transisi energi dipaparkan oleh pakar energi Prayitno Prayogo, ST., MBA. menampilkan inovasi <em>Sustainable Aviation Fuel</em> berbahan baku minyak jelantah. “Energi masa depan harus berkelanjutan. Indonesia punya potensi besar dari sumber daya yang sering kita anggap limbah, seperti minyak goreng bekas. Ini bukan hanya solusi energi, tetapi juga solusi lingkungan,” paparnya.<br>Sementara itu, akademisi Universitas Paramadina Dr. Ica Wulansari mengungkapkan hasil penelitiannya tentang dampak perubahan ekosistem laut berdasarkan kesaksian masyarakat di Pulau Tidung. “Dulu ikan mudah ditangkap di sekitar pesisir. Sekarang banyak jenis biota yang hilang, dan masyarakat merasakan langsung dampaknya pada penghidupan mereka,” ungkapnya.<br>Dari sisi ekologi pesisir, Pakar Mangrove Hani Djoko, S.Si., M.Si. menjelaskan manfaat rehabilitasi mangrove, tidak hanya secara ekologis tetapi juga secara ekonomi. “Mangrove adalah benteng alami dari abrasi sekaligus sumber ekonomi baru. Dari buah, daun, hingga kayu, semua bisa diolah menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat pesisir,” terangnya.<br>Kontribusi pendidikan diwakili oleh Mozayanah, S.Pd., M.Pd., guru SMKN 61 Jakarta, memaparkan upaya pengelolaan sampah berbasis sekolah. “Anak-anak kami belajar mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan begitu, mereka tidak hanya peduli pada lingkungan, tapi juga menghasilkan produk yang bisa digunakan sendiri atau dijual,” katanya.<br>Dari perspektif komunikasi publik, praktisi digital Suandri Ansah menekankan pentingnya digital promotion dan branding untuk memperkuat suara perempuan pesisir. “Branding bukan sekadar soal visual. Ia merekam cerita. Kisah sederhana para petani kangkung atau nelayan bisa menjadi identitas yang kuat ketika dipromosikan secara digital,” jelasnya.<br><br><strong>Deklarasi Komunitas Dewi Laut</strong><br>Selain sesi materi, kegiatan ini juga mencakup aksi penanaman 100 pohon mangrove dan bersih-bersih sampah laut dipandu oleh Ubaidillah dari Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PKBL) Provinsi DKI Jakarta. Para peserta, termasuk ibu-ibu lokal terlibat antusias dan aktif dalam kegiatan tersebut.<br>Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Dewi Laut oleh para peserta sebagai simbol komitmen kolektif perempuan pesisir dalam menjaga laut dan ekosistemnya. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan aksi bersih pantai secara bersama-sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim/">The Lead Institute Universitas Paramadina Gelar Program Perempuan dan Perubahan Iklim</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/the-lead-institute-universitas-paramadina-gelar-program-perempuan-dan-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/84 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-10-03 12:24:39 by W3 Total Cache
-->