<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASEAN Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/tag/asean/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/tag/asean/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Oct 2021 07:34:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>ASEAN Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/tag/asean/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akademisi Paramadina: Kembalikan Marwah ASEAN Sebagai Kekuatan Regional</title>
		<link>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional</link>
					<comments>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 07:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dato&#039; Saifuddin Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[didik j. rachbini]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Tatok D. Sudiarto]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Hendri Satrio]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[UMNO]]></category>
		<category><![CDATA[universitas paramadina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Dr. Tatok D Sudiarto menyatakan bahwa Indonesia-Malaysia memiliki...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional/">Akademisi Paramadina: Kembalikan Marwah ASEAN Sebagai Kekuatan Regional</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Dr. Tatok D Sudiarto menyatakan bahwa Indonesia-Malaysia memiliki <em>asset similarity, sharing geographical, cultural, social, environment, disaster and climate change</em>.  Hal itu disampaikannya dalam Diskusi bertajuk “Memperkuat Peran Politik Luar Negeri ASEAN dalam Menghadapi Tantangan Global” di Universitas Paramadina (18/20/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam diskusi yang diselenggarakan Universitas Paramadina bekerjasama dengan Institut Darul Ehsan – Malaysia dan KedaiKOPI Tatok menyatakan bahwa di tingkat regional kita perlu strengthening ASEAN membership Asean Centrality, yaitu bagaimana mengembalikan lagi marwah ASEAN menjadi suatu kekuatan regional yang baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dulu orang melihat EU sebagai role model yang sangat bagus, tapi ternyata dengan Brexit kita bertanya ada sesuatu disana yang harus kita cermati.” Katanya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyinggung kontribusi aktif terhadap agenda global SDGs “Agenda ini menjadi suatu tuntutan bahwa <em>leader</em> di ASEAN menjadi <em>pioner</em> dan <em>leader</em> yang kuat untuk berkontribusi langsung terhadap SDGs”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tatok juga menyatakan perlunya propose framework post pandemic ”ASEAN safetynet during post pandemic dengan matinya ribuan micro small entrepreises di banyak negara dan ketergantungan supply negara UMKM terhadap negara besar China dan lainnya.” Ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu Menteri Luar Negeri Malaysia YB Dato’ Saifuddin Abdulah menyatakan bahwa Hubungan bilateral Indonesia-Malaysia memiliki peran yang penting dalam usaha untuk memperkuat ASEAN.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dato&#8217; Saifuddin juga menyatakan bahwa dari segi <em>political security arrangement</em> ASEAN tidak ditemui masalah berat. “Kemalangan jiwa, peperangan antara satu wilayah dengan wilayah lain bisa kita elakkan sejak ASEAN dikukuhkan” katanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menggaris bawahi tentang pilar sosial budaya “Kalau Huntington mengatakan&nbsp;<em>the clash of civilization</em>&nbsp;tapi kita di ASEAN melihat kawasan kita sebagai wilayah untuk dialog peradaban.&nbsp; Ini berlawanan dengan thesis Huntington itu.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ketiga pilar ASEAN sebenarnya Malaysia – Indonesia ini bisa memainkan peran yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan yang sama Dr. Hendri Satrio menyatakan bahwa politik Malaysia dan politik Indonesia kalau ditarik garis lurus memiliki kesamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dari reformasi yang dilakukan kita sama-sama paham bahwa rupanya partai politik besar tidak mudah dikecilkan. Di Indonesia ada Golkar di Malaysia ada UMNO, keduanya masih eksis dan masih membuat partisipasi positif untuk negara.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hendri juga menyatakan harapannya bahwa perpolitikan di Indonesia menuju dewasa seperti di Malaysia.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional/">Akademisi Paramadina: Kembalikan Marwah ASEAN Sebagai Kekuatan Regional</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-kembalikan-marwah-asean-sebagai-kekuatan-regional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menlu Malaysia Dato&#8217; Saifuddin Abdullah: Kawasan ASEAN Wilayah untuk Dialog Peradaban</title>
		<link>https://newsdetik.co/menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban</link>
					<comments>https://newsdetik.co/menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 06:48:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[AUKUS]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Dato&#039; Saifuddin Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[middle income trap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan bilateral Indonesia-Malaysia memiliki peran yang penting dalam usaha untuk memperkuat ASEAN. Demikian disampaikan Menteri...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban/">Menlu Malaysia Dato&#8217; Saifuddin Abdullah: Kawasan ASEAN Wilayah untuk Dialog Peradaban</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Hubungan bilateral Indonesia-Malaysia memiliki peran yang penting dalam usaha untuk memperkuat ASEAN. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia YB Dato’ Saifuddin Abdulah dalam Diskusi bertajuk “Memperkuat Peran Politik Luar Negeri ASEAN dalam Menghadapi Tantangan Global” di Universitas Paramadina (18/20/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam diskusi yang diselenggarakan Universitas Paramadina bekerjasama dengan Institut Darul Ehsan – Malaysia dan KedaiKOPI Dato’ Saifuddin menyatakan bahwa Malaysia-Indonesia ini memiliki bersama persamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menlu Malaysia ini juga menyatakan bahwa dari segi <em>political security arrangement</em> ASEAN tidak ditemui masalah berat. “Kemalangan jiwa, peperangan antara satu wilayah dengan wilayah lain bisa kita elakkan sejak ASEAN dikukuhkan” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ASEAN <em>centrality</em> dan <em>asean consensus</em> juga berhasil mempertahankan kawasan ini khususnya laut Cina Selatan dari ancaman yang besar. “<em>Traditional security treat</em> dari luar khususnya dari cina yang paling dekat dengan kita. Walaupun kita tahu kita ada case-case dimana <em>china coast goard boat</em> itu datang ke perairan kita.” Ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terbaru tentang AUKUS, Australia ingin membuat kapal selam bertenaga &nbsp;nuklir, hingga menlu Australia menghubunginya. “Saya beritahu secara jenaka <em>its not make different to Malaysian</em>, <em>it still nuclear</em>”. Jawab Dato’ Saifuddin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengenai <em>non traditional threat</em> seperti <em>drug, human traficking</em> Dato’ Saifuffin menyatakan mungkin ada isu besar di sana sini. “Yang terbaru <em>cyber security threat</em>, yang ini saya fikir ASEAN harus ambil peranan ini ancaman <em>political security</em> yang terbaru.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari segi ekonomi, negara ASEAN belum mengoptimumkan kehadiran penduduknya yang sebanyak 650juta itu. “<em>Our intra asean trade is still very low</em>, 25% <em>of our whole trade</em>. Yang ini kita jauh dibanding EU mereka jauh didepan.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyinggung bidang baru yang bisa dioptimalkan negara-negara ASEAN &nbsp;dengan cepat sebab dianggap bisa <em>leverage</em> dan menjadi <em>playing ground young people</em>, yakni <em>digital economy</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menggaris bawahi tentang pilar sosial budaya “Kalau Huntington mengatakan <em>the clash of civilization</em> tapi kita di ASEAN melihat kawasan kita sebagai wilayah untuk dialog peradaban.&nbsp; Ini berlawanan dengan thesis Huntington itu.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ketiga pilar ASEAN sebenarnya Malaysia &#8211; Indonesia ini bisa memainkan peran yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menlu Malaysia ini juga menyatakan bahwa Malaysia-Indonesia yang bersuara lantang dengan pendirian tegas bahwa untuk sidang puncak ASEAN tugas-tugas utusan khas pengungsi ASEAN agar melaksanakan 5 point consensus tentang Myanmar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau tidak ada kemajuan yang jelas maka ini 2 negara paling awal mengatakan jangan diundang senior general itu ke ASEAN Summit. Dua pemimpin ASEAN, Presiden Indonesia membuat panggilan telepon kepada Sultan Brunei, dan Perdana Menteri Malaysia mengirim surat kepada Sutan Brunei dengan pendirian yang sama.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini menyatakan bahwa Malaysia sudah lepas dari <em>middle income trap</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Didik hal&nbsp; ini bisa menjadi kekuatan dalam ekonomi dan politik. “Menurut Wapres budiono, profesor dalam bidang ekonomi, demokrasi akan stabil ketika pendapatan diatas 6 ribu dan Malaysia sudah melewati itu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya menyatakan selamat kepada Malaysia, dengan <em>footbal</em> politik yang cantik menghasilkan pemimpin muda seperti Dato’ Saifuddin.” Katanya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan bahwa di tangan pemimpin-pemimpin muda inilah ASEAN ini akan terbentuk nantinya, dan menjadi kekuatan baru yang nanti bisa menandingi Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena Indonesia ini 15 besar ekonomi dunia dan dalam waktu dekat akan menjadi 10 besar karena size penduduknya juga besar, ditambah ASEAN makin besar ini akan menentukan dunia selain kekuatan besar China dan Amerika.” Katanya.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban/">Menlu Malaysia Dato&#8217; Saifuddin Abdullah: Kawasan ASEAN Wilayah untuk Dialog Peradaban</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/menlu-malaysia-dato-saifuddin-abdullah-kawasan-asean-wilayah-untuk-dialog-peradaban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akademisi Paramadina: Apa Peran ASEAN dalam Hadapi Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19</link>
					<comments>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 04:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Tatok D. Sudiarto]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[UNHCR]]></category>
		<category><![CDATA[universitas paramadina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dr. Tatok Djoko Sudiarto, Ketua Prodi Hubungan Internasional Universitas Paramadina mempertanyakan peran ASEAN yang terkesan...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19/">Akademisi Paramadina: Apa Peran ASEAN dalam Hadapi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dr. Tatok Djoko Sudiarto, Ketua Prodi Hubungan Internasional Universitas Paramadina mempertanyakan peran ASEAN yang terkesan diam menghadapi Pandemi Covid-19. Hal itu disampaikannya pada webinar yang diselenggarakan Universitas Paramadina dan Center IDS bertajuk “Tata Kelola Vaksin dan Herd Immunity di Indonesia dan ASEAN” (13/10/2021).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kenapa saat pandemi ini ASEAN menjadi diam, apakah sifat dari covid ini yang membuat ASEAN diam sehingga setiap daerah dibiarkan untuk membuat kebijakan di daerah nya masing-masing?.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tatok mengingatkan pentingnya kerja bersama di regional ASEAN ini yang benefitnya sangat banyak baik dari sisi <em>cooperation</em>, <em>capacity</em> dan <em>community</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengungkap bahwa menurut IMF ada kerugian 9 triliun dolar dari krisis pandemi, bukan hanya kehilangan barang tapi juga jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam hal pengadaan vaksin, terjadi ketidakseimbangan kesehatan global dalam hal pengeluaran, riset infrastruktur&nbsp; dan inovasi. 5 negara besar dunia penduduknya hanya 9% populasi itu spendingnya 60% dari global spending.” Ujarnya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“<em>Constraint</em> dalam pengembangan vaksin ada permasalahan <em>intellectual property</em> (IP) regimes tadi disebut terkait global conpsiration.” Kata Tatok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hendrik Therik<strong> </strong>Assistant Protection Officer (Acting) UNHCR Indonesia menyatakan bahwa saat ini di Indonesia ada 13.743 pengungsi yang tersebar di beberapa&nbsp; wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengungsi diberikan oleh pemerintah fasilitas yang sama dengan WNI ketika terkena Covid-19, namun sejak 20 April hanya beberapa faskes saja yang melayani pengungsi untuk dirawat secara gratis.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praktik baik inklusi pengungi dalam vaksinasi Covid-19 bersama pemerintah daerah telah dilakukan di beberapa daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Contohnya di Aceh Timur pada awal Juni, saat kedatangan pengunsi Rohingnya, sehari kemudian pemerintah Aceh Timur memberikan vaksinasi. Daerah lainnya juga dilakukan vaksinasi di Pekanbaru, Kupang, dan di Jakarta. Selain itu juga dari PBB sendiri dan CSR dari lembaga lainnya.” Katanya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika sebelumnya belum ada peraturan yang jelas, maka pada tanggal 21 September 2021 keputusan menteri kesehatan telah direvisi sehingga sudah ada pedoman resmi untuk para pemerintah daerah yang ingin melakukan vaksinasi di daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saat ini sudah ada 3000 orang pengungsi yang telah menerima vaksinasi dosis 1 dari 10 ribu orang yang memenuhi kriteria.” Ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hendrik berharap vaksinasi dapat menjangkau lebih luas untuk para pengungsi. “Semoga semakin banyak pengungsi yang dapat divaksin karena mereka hidup berdampingan bersama kita, sehingga mereka juga perlu diperhatikan karena tidak semua orang aman sebelum semua orang divaksinasi, termasuk juga pengungsi.” Katanya.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19/">Akademisi Paramadina: Apa Peran ASEAN dalam Hadapi Pandemi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/akademisi-paramadina-apa-peran-asean-dalam-hadapi-pandemi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 28/126 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-10-03 13:01:03 by W3 Total Cache
-->