<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Beasiswa Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/tag/beasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/tag/beasiswa/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Oct 2021 08:31:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>Beasiswa Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/tag/beasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Sepuluh Gagasan Terbaik Peserta Pfizer Biotech Fellowship untuk Pengembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</title>
		<link>https://newsdetik.co/inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia</link>
					<comments>https://newsdetik.co/inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2021 08:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Bioteknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Bioteknologi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fellowship]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pfizer Biotech Fellowship]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pfizer Biotech Fellowship,&#160;program&#160;fellowship&#160;dan beasiswa yang diinisiasi Pfizer Indonesia bersama Tenggara Strategics untuk mahasiswa-mahasiswa bioteknologi kesehatan&#160;&#160;di...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/">Inilah Sepuluh Gagasan Terbaik Peserta Pfizer Biotech Fellowship untuk Pengembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pfizer Biotech Fellowship,</strong>&nbsp;program&nbsp;<em>fellowship</em>&nbsp;dan beasiswa yang diinisiasi Pfizer Indonesia bersama Tenggara Strategics untuk mahasiswa-mahasiswa bioteknologi kesehatan&nbsp;&nbsp;di Indonesia, kini telah memasuki babak baru. Para&nbsp;<em>reviewer</em>&nbsp;telah memilih 10 gagasan terbaik dari para peserta kategori mahasiswa S1 dan mahasiswa S2 yang akan melaju ke tahap berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesepuluh gagasan tersebut berusaha memberikan solusi terhadap isu-isu terhangat di industri bioteknologi saat ini. Beberapa gagasan tersebut di antaranya terkait sistem ketanggapan dini terhadap beberapa jenis penyakit, eksplorasi peran Indonesia dalam rantai pasok global, dan pencegahan bioterorisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Menyaksikan secara langsung bagaimana para pemikir-pemikir muda menyampaikan gagasan-gagasan yang cemerlang seperti ini sungguh membesarkan hati dan optimisme kami sebagai peneliti senior, dan tentu juga bagi pelaku industri, terhadap masa depan industri bioteknologi di Indonesia. Saya yakin melalui pengayaan materi dan penajaman gagasan yang para peserta program dapatkan dari program&nbsp;<em>fellowship</em>&nbsp;ini, maka kedepannya ide-ide tersebut akan dapat diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri, yang tentu saja dengan melibatkan dukungan nyata dari Pemerintah.“ ujar&nbsp;<strong>Prof. Dr. apt. Amarila Malik, M.Si.</strong>, Peneliti Senior dan Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dan perwakilan&nbsp;<em>reviewer</em>&nbsp;Pfizer Biotech Fellowship.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasar urutan abjad, berikut merupakan daftar sepuluh gagasan terbaik yang akan ditandingkan kembali di babak selanjutnya dalam kategori&nbsp;<em>Undergraduate Competition</em>&nbsp;:&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong><em>Contract Development and Manufacture Organization</em>&nbsp;Sebagai Strategi dalam Membangun Kemampuan Bioteknologi Medis Indonesia</strong>, karya Tim We-rNA (Alvian Christian, Musa Djuan Alvindja, dan Novanka dari Universitas Pelita Harapan).</li><li><strong>Ekosistem Kebijakan&nbsp;<em>Biodefense</em>: Cegah Bahaya Bioterorisme 2022</strong>, karya Tim Alatur (Stanley Christy Satriya Jati Karundeng, Verrent Vanessa, dan Audrey Belinda dari Universitas Surabaya).</li><li><strong>Indonesian Vaccine Designer Academy (IVDA): Suatu Oasis dalam Mendukung Program Percepatan Kemandirian Vaksin Nasional</strong>, karya Tim Ext-Men (Fadhil Ammar, Ahmad Yafi, dan Roni Kurniawan dari Universitas Teknologi Sumbawa).</li><li><strong>Pembangunan&nbsp;<em>Labspace</em>&nbsp;untuk Mendukung Perkembangan Bioteknologi Medis di Indonesia</strong>, karya Tim Humboldt (Devina&nbsp;Checylia Setiawan, Velecia Salim, dan Wenny Novella dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)).</li><li><strong>Pencegahan dan Pengobatan Thalasemia Beta Mayor di Indonesia dengan Menggunakan Bioteknologi</strong>, karya Tim Zipyourgenes (Vania Austine Callista Timotius, Christa Anggelia Sulistio, dan Nathania Calista Putri dari Universitas Pelita Harapan).</li><li><strong>Pengembangan&nbsp;<em>Non-Invasive Prenatal Testing</em>&nbsp;(NIPT) Berdasarkan Uji Metilasi pada&nbsp;<em>Cell-Free Fetal</em>DNA untuk Pencegahan Perkembangan Diabetes di Indonesia,</strong>&nbsp;karya Tim Reverie (Tassya Prajna Paramita Riansyah, Aurelia Christabella Wincent Oey, dan Tiffany Evelyn Angki dari Universitas Surabaya).</li><li><strong>Rantai Pasok Global&nbsp;<em>NIPT-Based</em>&nbsp;Deteksi Dini Diabetes dan Implikasinya untuk BPJS dalam Jangka Panjang,</strong>&nbsp;karya Tim DIAMED (Ivy Erinia, Celine Imanuel Hermanto, dan Fransisca Aurelia Rahmad dari Universitas Surabaya).&nbsp;</li><li><strong>Sistem Ketanggapan Dini yang&nbsp;<em>Smart&nbsp;</em>dan Terintegrasi untuk Menghadapi&nbsp;<em>Outbreak</em>&nbsp;di Indonesia</strong>, karya Tim PEDeS (Enjelia Febriani, Jonathan Suciono Purnomo, dan Regina Arissaputri dari Universitas Pelita Harapan).</li><li><strong>Strategi Imperatif untuk Mengembangkan Kapabilitas Bioteknologi Kesehatan di Indonesia: Sebuah Studi Komparatif dengan Korea Selatan</strong>, karya Tim THE RISING BIOT3CH (Clara Ayu Widjojo, Hennie, dan Jesslyn Audrey Virginia dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)).</li><li><strong>Tiga Kunci Imperatif Sebagai Pondasi Eksplorasi Bahan Baku Bioteknologi Medis di Indonesia: Penelitian dan Pengembangan, Infrastruktur, dan Komersialisasi</strong>, karya Tim UNLOCKED (Deby Cyntia Chandra, Jessica Renata Wijaya Tumboimbela, dan Reza Hanun Alyaa dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)).</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kategori mahasiswa S2, mayoritas peserta mengajukan proposal penelitian dengan tema seputar akses yang lebih luas terhadap terapi inovatif dan terobosan pengobatan dalam bioteknologi kesehatan. Berdasarkan abjad, berikut daftar lengkap peserta kategori mahasiswa S2&nbsp;&nbsp;yang lolos ke tahap berikutnya;&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Alfandy Hermansyah dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya</li><li>Bramadi Arya dari&nbsp;&nbsp;Universitas Gadjah Mada</li><li>Denny Nyotohadi dari Universitas Surabaya</li><li>Fauziah Novita Putri Rifai dari Universitas Gadjah Mada</li><li>Indriana Pratiwi dari Universitas Gadjah Mada</li><li>Leny Yulia Widia Sari dari Universitas Jember</li><li>Natasha Felicia Karnadi dari Universitas Surabaya</li><li>Nurina Indirayati dari Universitas Gadjah Mada</li><li>Nurul Istinaroh dari Universitas Jember</li><li>Rizka Ayu Febriani dari Universitas Jember</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Sepuluh besar Pfizer Biotech Fellowship kategori mahasiswa S1 akan beradu and diseleksi kembali menjadi 5 tim finalis, sedangkan 10 besar kategori mahasiswa S2 akan melewati pengayaan sebelum akhirnya dipilih peserta yang berhak mendapatkan dana bantuan pendidikan dari Pfizer. Mahasiswa peserta Pfizer Biotech Fellowship kategori S2 dan 10 tim dengan gagasan terbaik dari kategori S1 akan mengikuti rangkaian pelatihan dan pembekalan daring untuk mempertajam pemikiran mereka. Pelatihan daring yang akan dimulai pada tanggal 7-21 Oktober 2021 ini akan dibimbing pakar dan peneliti level nasional dan internasional. Termasuk di antaranya para pakar dari Kjeldgaard LLC dan Multi-Regional Clinical Trial (MRCT) Center of Brigham and Women’s Hospital and Harvard yang akan membagikan pengetahuan mengenai kekayaan intelektual dan inovasi bioteknologi kesehatan.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/">Inilah Sepuluh Gagasan Terbaik Peserta Pfizer Biotech Fellowship untuk Pengembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/inilah-sepuluh-gagasan-terbaik-peserta-pfizer-biotech-fellowship-untuk-pengembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pfizer Ajak Mahasiswa dari 11 Universitas di Indonesia Beradu Gagasan untuk Dukung Perkembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</title>
		<link>https://newsdetik.co/pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia</link>
					<comments>https://newsdetik.co/pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:43:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=393</guid>

					<description><![CDATA[<p>newsdetik.co &#8211; Kemajuan bidang bioteknologi kesehatan telah memberikan dampak positif dalam beberapa dekade terakhir. Mulai...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/">Pfizer Ajak Mahasiswa dari 11 Universitas di Indonesia Beradu Gagasan untuk Dukung Perkembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>newsdetik.co </strong>&#8211; Kemajuan bidang bioteknologi kesehatan telah memberikan dampak positif dalam beberapa dekade terakhir. Mulai dari pengembangan vaksin untuk menghambat penyebaran penyakit mematikan dan mewabah hingga pemetaan DNA manusia, sektor bioteknologi selalu menjadi garda terdepan dalam penciptaan terobosan baru dan kemajuan bidang kesehatan dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil studi Global Biotechnology Innovation Scorecard oleh Thinkbiotech menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi 52 dari 54 negara dalam hal perkembangan bioteknologi.<sup>1</sup>&nbsp;Studi ini mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan bioteknologi, antara lain inovasi dan riset, serta ekosistem pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini menunjukkan bahwa bioteknologi Indonesia memiliki ruang yang luas untuk bertumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia, Dr. rer. nat. Sulistyo Emantoko D.P., S.Si., M.Si.&nbsp;</strong>mengatakan bahwa mahasiswa memerankan peran yang strategis dalam pengembangan bioteknologi di Indonesia, “Mahasiswa hari ini merupakan peneliti, pelaku usaha, dan pemimpin industri masa depan yang akan mewujudkan bioteknologi kesehatan Indonesia yang unggul. Oleh karenanya, dengan dukungan berbagai pihak seperti Pfizer Indonesia, kami berupaya memfasilitasi dan memberikan kesempatan pada mereka untuk dapat meningkatkan kapabilitas masing-masing. Termasuk di antara upaya tersebut adalah kerjasama dengan sejumlah rekanan ataupun berpartisipasi dalam inisiatif yang secara aktif melibatkan mahasiswa, dosen dan peneliti di perguruan tinggi.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan pendapat tersebut, serta untuk mendukung kemajuan bioteknologi kesehatan di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, Pfizer Indonesia dan Tenggara Strategics mengundang mahasiswa program studi bioteknologi kesehatan di Indonesia untuk beradu gagasan dalam menciptakan inovasi maupun berbagi sumbangsih pemikiran terhadap penyusunan&nbsp;<em>roadmap</em>&nbsp;perkembangan bioteknologi kesehatan melalui program&nbsp;<strong>Pfizer Biotech Fellowship.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam program ini, mereka nantinya juga berkesempatan untuk bertukar pikiran dengan peneliti profesional, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk dapat semakin mengembangkan wawasan mereka. Salah satu organisasi riset internasional yang akan terlibat adalah&nbsp;Multi-Regional Clinical Trials Center of Brigham and Women&#8217;s Hospital and Harvard (MRCT Center). Mereka akan berbagi pengalaman dan keahlian mulai dari pengembangan obat inovatif dan penelitian di bidang bioteknologi kesehatan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami percaya dengan dukungan dan bimbingan yang mumpuni, mahasiswa dapat menghadirkan gagasan-gagasan yang dapat memberikan kontribusi nyata pada perkembangan bioteknologi Indonesia. Program Pfizer Biotech Fellowship menjadi sarana bagi mahasiswa dan civitas akademika lainnya untuk mengasah pemikiran sekaligus membuka wawasan melalui kompetisi antar mahasiswa dan diskusi interaktif bersama kelompok peneliti profesional dari dalam maupun luar negeri,” ujar&nbsp;<strong>Policy and Public Affairs Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Direktur eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno&nbsp;</strong>menambahkan, “Melalui program ini nantinya para mahasiswa berkesempatan untuk mendapatkan manfaat berupa&nbsp;<em>mentorship</em>&nbsp;dari peneliti profesional serta dana pendidikan yang dapat digunakan untuk melanjutkan riset. Penerima manfaat program ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa S1 saja, tetapi juga bagi mahasiswa S2 serta dosen dalam kategori program yang berbeda.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga kategori program&nbsp;<strong>Pfizer Biotech Fellowship</strong>&nbsp;adalah sebagai berikut:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Kompetisi mahasiswa sarjana&nbsp;</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Kategori ini ditujukan bagi mahasiswa program sarjana yang sudah memasuki tahun ketiga perkuliahan. Peserta akan diminta membentuk tim yang terdiri dari tiga mahasiswa dan menulis esai ilmiah dari pilihan topik yang sudah ditentukan. Selama program berlangsung, peserta akan mendapatkan pendampingan dari peneliti profesional dari dalam maupun luar negeri, termasuk peneliti-peneliti dari Pfizer. Tiga tim terpilih juga akan berkesempatan mendapatkan dukungan dana pendidikan dengan nilai Rp75.000.000, Rp60.000.000, dan Rp50.000.000. Setidaknya 20 tim dari berbagai perguruan tinggi dijadwalkan akan mengikuti proses seleksi mulai bulan Agustus ini.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="2"><li><strong>Dana penelitian mahasiswa pascasarjana&nbsp;</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kategori yang ditujukan bagi mahasiswa program magister ini, peserta dapat mengajukan permintaan dana penelitian untuk riset tesis dengan nilai sebesar Rp50.000.000 per orang. Peserta akan diminta untuk mengumpulkan proposal penelitian dan surat rekomendasi dari universitas untuk diseleksi. Peserta pada kategori ini juga akan akan mendapatkan bimbingan dan kesempatan berdikusi dengan komunitas peneliti global dan nasional, serta peneliti-peneliti unggulan Pfizer.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kategori ini ditujukan bagi tenaga pengajar yang menerima rekomendasi dari universitas. Selain mendapatkan pelatihan dari akademisi dan peneliti internasional terkemuka, program ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi bagi para tenaga pengajar untuk dapat bersama-sama menyusun rekomendasi untuk memajukan bioteknologi kesehatan di Indonesia.</p>



<ol class="wp-block-list" type="1" start="3"><li><strong>Pelatihan dosen dan peneliti&nbsp;</strong></li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pfizer Biotech Fellowship</strong>&nbsp;mengundang peserta dari 11 Fakultas Bioteknologi di Indonesia. Kesebelas kampus tersebut adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Jember, Universitas Surabaya, Unika Atma Jaya, Universitas Esa Unggul, Universitas Pelita Harapan, i3L, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Teknologi Sumbawa. Program beasiswa yang diberikan bersifat tidak mengikat dan tidak merupakan bagian dari proses rekrutmen perusahaan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini akan secara resmi diluncurkan pada Kamis, 12 Agustus 2021 melalui seminar nasional dengan topik&nbsp;<strong><a href="http://www.higher-height.com">“Penguatan SDM Bioteknologi Kesehatan sebagai Fondasi Resiliensi Sistem Kesehatan Nasional</a>,</strong>’’ yang akan menghadirkan pembicara kunci&nbsp;<strong>Menteri Kesehatan Republik Indonesia</strong>&nbsp;<strong>Budi Gunadi Sadikin.&nbsp;&nbsp;</strong>Setelah itu, para peserta mahasiswa yang sudah terdaftar akan berkompetisi dan mulai diseleksi mulai akhir Agustus hingga November nanti. Peserta dosen dan peneliti akan mengikuti program penguatan kapasitas dan bersama-sama merumuskan pernyataan bersama sebagai masukan kepada pemangku kepentingan dalam memajukan bioteknologi kesehatan di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pfizer Indonesia dan Tenggara Strategics melalui program Pfizer Biotech Fellowship ini. Kontribusi dari rekan-rekan pelaku industri sangat penting bagi kemajuan institusi perguruan tinggi dan SDM Indonesia” pungkas Emantoko.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/">Pfizer Ajak Mahasiswa dari 11 Universitas di Indonesia Beradu Gagasan untuk Dukung Perkembangan Bioteknologi Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/pfizer-ajak-mahasiswa-dari-11-universitas-di-indonesia-beradu-gagasan-untuk-dukung-perkembangan-bioteknologi-kesehatan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 22/100 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-10-03 14:18:18 by W3 Total Cache
-->