<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>eisha m. rachbini Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/tag/eisha-m-rachbini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/tag/eisha-m-rachbini/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2021 03:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>eisha m. rachbini Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/tag/eisha-m-rachbini/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</title>
		<link>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital</link>
					<comments>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 03:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[eisha m. rachbini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=462</guid>

					<description><![CDATA[<p>isha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital.  Eisha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. "Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu, masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.” Katanya dalam webinar INDE “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022”di Jakarta 17/8. </p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/">Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://newsdetik.co">newsdetik.co </a></strong>&#8211; Eisha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. &#8220;Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu, masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.” Katanya dalam webinar “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022”di Jakarta 17/8.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara yang diselenggarkaan Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha juga menyatakan bahwa Sektor UMKM masih jadi tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan 6 persen PDB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom INDEF ini juga memaparkan bahwa reformasi struktur ekonomi nasional memang masih didominasi oleh sektor rumah tangga. “Ke depan, bagaimana dapat mengalihkan pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif sehingga bisa lebih mendorong investasi, hilirisasi dan ekspor.” katanya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyinggung&nbsp; pertumbuhan Ekonomi, Eisha juga mengatakan Pada Kuartal 2 &#8211; 2021 petumbuhannya ditopang oleh ekspor. Namun impor terlihat menurun yang sebenarnya gejala menurunnya impor terjadi sejak 2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ekspor non migas masih mendominasi positif, hal itu yang mendorong positifnya neraca perdagangan nasional. Ekspor juga didukung oleh membaiknya harga komoditas di pasar internasional sejak 2020 dan diperkirakan melonjak naik pada 2021 ini dengan membaiknya demand komoditas.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Doktor Lulusan Waseda Universy (Jepang) ini juga menyatakan bahwa untuk mendorong struktur ekonomi yang berkualitas, sektor industri harus segera memulai memproduksi barang yang bernilai tambah tinggi seperti produk hi tech yang masih amat rendah nilainya berkisar 3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun pertumbuhan PDB indutri manufaktur ternyata stagnan, bahkan sebelum pandemi covid 19, yakni hanya sekitar 4,1 persen. Sedangkan pertumbuhan PDN industri manufaktur dibanding total PDB sharenya terus mengalami penurunan rata-rata hanya 21 persen sebelum pandemi.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pandemi, dampaknya sangat besar terhadap industri manufaktur nasional. Sementara itu masih menjadi pertanyaan apakah pertumbuhan ekonomi nasional dapat kembali ke angka sekitar 5 persen sebelum pandemi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga: <strong><a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga memaparkan bahwa Industri nasional juga masih teramat membutuhkan bahan baku impor dari luar negeri, termasuk untuk industri obat, farmasi, vaksin dan alat-alat kesehatan yang sempat disinggung oleh presiden yang menginginkan mandirinya sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun harus disadari bahwa industri sektor farmasi, obat, vaksin dan alkes adalah industri yang padat modal dan membutuhkan investasi yang amat mahal karena belum bisa diproduksi di dalam negeri.” Pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/">Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</title>
		<link>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi</link>
					<comments>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 01:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[eisha m. rachbini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=455</guid>

					<description><![CDATA[<p>newsdetik.co &#8211; Eisha M.Rachbini, Ph.D., ekonom INDEF, dalam webinar “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://newsdetik.co">newsdetik.co</a> &#8211; Eisha M.Rachbini, Ph.D<strong>., </strong>ekonom INDEF, dalam <a href="https://www.youtube.com/watch?v=GGYMKgWDZMI&amp;t=6778s" target="_blank" rel="noreferrer noopener">webinar </a>“Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022” (17/8/2021) menyatakan untuk reformasi struktur ekonomi nasional memang masih didominasi oleh sektor rumah tangga. “Ke depan, bagaimana dapat mengalihkan pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif sehingga bisa lebih mendorong investasi, hilirisasi dan ekspor.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyinggung&nbsp; pertumbuhan Ekonomi, Eisha juga mengatakan Pada Q2/2021 petumbuhannya ditopang oleh ekspor. Namun impor terlihat menurun yang sebenarnya gejala menurunnya impor terjadi sejak 2018. “Ekspor non migas masih mendominasi positif, hal itu yang mendorong positifnya neraca perdagangan nasional. Ekspor juga didukung oleh membaiknya harga komoditas di pasar internasional sejak 2020 dan diperkirakan melonjak naik pada 2021 ini dengan membaiknya demand komoditas.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eisha juga mengatakan bahwa Sektor UMKM masih jadi tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan 6 persen PDB. “UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.”</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="400" height="225" src="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-400x225.jpg" alt="eisha m. rachbini" class="wp-image-457" srcset="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-400x225.jpg 400w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-768x432.jpg 768w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-1536x864.jpg 1536w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-250x140.jpg 250w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Eisha M. Rachbini</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Program Perlindungan Sosial Jantung Program Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Drajat Wibowo, Ph.D., ekonom senior INDEF menyatakan bahwa Pandemi dan PPKM sangat memukul ekonomi rumah tangga dari rakyat berpengahasilan harian. “Hal itu karena jumlah orang yang bergantung kepada penghasilan harian baik formal ataupun non formal sangatlah besar. BPS mencatat, jumlah pekerja pada Agustus 2020 adalah 128,45 juta angkatan kerja. Sejumlah 77,67 juta (60,47 %) diantaranya adalah pekerja informal, baik pertanian maupun non pertanian. Dari pekerja formal, 27,48 juta di manufaktur dan sebagian besar mereka menerima upah harian.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/"><strong>Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</strong> </a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Drajat juga menyinggung pentingnya penanganan pandemi Covid-19&nbsp; “Karena itu, sebelum covid 19 teratasi, dalam arti menjadi penyakit yang mudah diobati (seperti flu biasa) melalui vaksinasi dan/atau ditemukan obat-obatan dan perawatan preventif medis atau kuratif, maka program perlindungan sosial (Perlinsos) amat sangat krusial. Dia harus berada dalam jantung program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.”</p>



<h3 class="wp-block-heading">Inflasi 3% Sinyal Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="400" height="225" src="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-459" srcset="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-400x225.jpg 400w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-768x432.jpg 768w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-1536x864.jpg 1536w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-250x140.jpg 250w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l.jpg 1920w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Eko Listyanto</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tinjauan Eko Listyanto, MS, Wakil Direktur INDEF menyatakan bahwa inflasi yang diproyeksikan 3 persen adalah signal dari perbaikan pertumbuhan ekonomi karena di era pertumbuhan biasanya akan diikuti dengan peningkatan inflasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Inflasi di Indonesia biasanya relatif pelan-pelan dan tidak akan tiba-tiba melonjak karena pemulihannya juga perlahan. Ketika daya beli masyarakat terpukul di kala pandemi, maka saat terjadi pemulihan produsen tidak akan segera menaikkan harga karena daya beli masyarakat juga belum langsung pulih. BI rate juga diperkirakan tidak akan turun lebih dulu bahkan kemungkinan menaik bila terjadi gejolak di pasar keuangan.” Kata Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Eko yang harus diwaspadai pada 2022 tetaplah inflasi pangan pada saat pemulihan ekonomi. “Hal ini harus menjadi prioritas perhatian pemerintah terutama aspek aksesibilitas. Ketika demand meningkat tidak semua daerah punya stok cukup untuk mensuplai pasar, sehingga ada daerah-daerah yang minus dan menjadi efek inflatoir.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai tukar juga tetap optimis pada Rp14.350 per USD, yang mungkin adalah gambaran dari optimisme pertumbuhan ekonomi itu sendiri. “Tetapi jika <em>speed of recovery </em>dari negara-negara maju berbeda dengan domestik, maka mungkin ada capital outflow yang pindah ke negara-negara maju akibat lambatnya <em>recovery </em>dalam negeri.” Lanjut Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eko juga menyinggung bahwa pemulihan yang cepat di negara-negara maju adalah peluang besar bagi Indonesia untuk mendorong ekspor.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 23/102 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-09-28 10:04:09 by W3 Total Cache
-->