<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonom Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/tag/ekonom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/tag/ekonom/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2021 03:37:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>Ekonom Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/tag/ekonom/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</title>
		<link>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital</link>
					<comments>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 03:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[eisha m. rachbini]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=462</guid>

					<description><![CDATA[<p>isha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital.  Eisha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. "Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu, masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.” Katanya dalam webinar INDE “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022”di Jakarta 17/8. </p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/">Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://newsdetik.co">newsdetik.co </a></strong>&#8211; Eisha M. Rachbini, Ph.D sarakankan UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. &#8220;Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu, masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.” Katanya dalam webinar “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022”di Jakarta 17/8.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara yang diselenggarkaan Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha juga menyatakan bahwa Sektor UMKM masih jadi tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan 6 persen PDB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom INDEF ini juga memaparkan bahwa reformasi struktur ekonomi nasional memang masih didominasi oleh sektor rumah tangga. “Ke depan, bagaimana dapat mengalihkan pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif sehingga bisa lebih mendorong investasi, hilirisasi dan ekspor.” katanya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyinggung&nbsp; pertumbuhan Ekonomi, Eisha juga mengatakan Pada Kuartal 2 &#8211; 2021 petumbuhannya ditopang oleh ekspor. Namun impor terlihat menurun yang sebenarnya gejala menurunnya impor terjadi sejak 2018.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ekspor non migas masih mendominasi positif, hal itu yang mendorong positifnya neraca perdagangan nasional. Ekspor juga didukung oleh membaiknya harga komoditas di pasar internasional sejak 2020 dan diperkirakan melonjak naik pada 2021 ini dengan membaiknya demand komoditas.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Doktor Lulusan Waseda Universy (Jepang) ini juga menyatakan bahwa untuk mendorong struktur ekonomi yang berkualitas, sektor industri harus segera memulai memproduksi barang yang bernilai tambah tinggi seperti produk hi tech yang masih amat rendah nilainya berkisar 3 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun pertumbuhan PDB indutri manufaktur ternyata stagnan, bahkan sebelum pandemi covid 19, yakni hanya sekitar 4,1 persen. Sedangkan pertumbuhan PDN industri manufaktur dibanding total PDB sharenya terus mengalami penurunan rata-rata hanya 21 persen sebelum pandemi.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pandemi, dampaknya sangat besar terhadap industri manufaktur nasional. Sementara itu masih menjadi pertanyaan apakah pertumbuhan ekonomi nasional dapat kembali ke angka sekitar 5 persen sebelum pandemi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">baca juga: <strong><a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga memaparkan bahwa Industri nasional juga masih teramat membutuhkan bahan baku impor dari luar negeri, termasuk untuk industri obat, farmasi, vaksin dan alat-alat kesehatan yang sempat disinggung oleh presiden yang menginginkan mandirinya sektor tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun harus disadari bahwa industri sektor farmasi, obat, vaksin dan alkes adalah industri yang padat modal dan membutuhkan investasi yang amat mahal karena belum bisa diproduksi di dalam negeri.” Pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/">Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</title>
		<link>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh</link>
					<comments>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 22:24:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan jika krisis sebelumnya, termasuk Depresi Besar 1929-1939 dipicu oleh sektor...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan jika krisis sebelumnya, termasuk Depresi Besar 1929-1939 dipicu oleh sektor keuangan maka krisis dewasa ini dipicu krisis kesehatan.  “<em>Saving live is saving the economy</em>. Yang terjadi bukan semata disrupsi ekonomi dan kesehatan, melainkan meliputi hampir semua aspek kehidupan sosial, budaya, politik dan pertahanan. Penyembuhan harus dengan pola pikir baru, lintas disiplin dan melibatkan semua pemangku kepentingan.” katanya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faisal menyampaikan paparannya dalam webinar yang diselenggarakan Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bertajuk “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Fondasi Ekonomi &amp; Agenda Pembangunan di Indonesia” yang dipandu oleh Ika Karlina Idris, Ph.D. (13/8/2021) </p>



<p class="wp-block-paragraph">Webinar ini juga dihadiri Managing Director PPPI A. Khoirul Umam, PhD, serta pembicara: Ekonom Faisal Basri – Ekonom Senior INDEF, Wijayanto Samirin – Ekonom Universitas Paramadina, dan Muhammad Faisal, PhD – Direktur Eksekutif CORE Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut ia memaparkan strategi mengendalikan pandemi &nbsp;“Kembali ke <em>basic</em> kembali ke kaidah kesehatan, memutus mata rantai penularan, prioritas utama adalah menyelematkan nyawa manusia, jangan dikomersialisasi­kan, kepemimpinan nasional yang tangguh dan pengorganisasian yang apik, komunikasi publik yang efektif. Ini 5 prinsip dasar yang kurang atau tidak dijumpai di kita.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi ini perang yang diakui pemerintah lebih sulit dari perang konvensional, tapi kita tidak pernah <em>declare</em>&nbsp; ada kedaruratan menghadapi covid. “Menghadapi covid sebagai <em>business as usual</em>, dengan menggunakan UU yang ada. sehingga muncullah piutang rumah sakit kepada Pemerintah 40 triliun, nakes tidak dibayar honorariumnya. “ kata Faisal Basri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan yang sama Faisal mengibaratkan Pandemi ini seperti membuka kotak pandora. “Struktur ekonomi Indonesia rapuh. Mayoritas penduduk masih tergolong <em>insecure</em> dan ketimpangan cenderung meningkat. <em>Value extraction</em> kian dominan ketimbang <em>value creation</em>, menyebabkan pertumbuhan produktivitas (<em>total factor productivity</em>) melambat bahkan mengalami penurunan. lebih mengandalkan otot dan keringat (<em>perspiration</em>) ketimbang otak (<em>aspiration</em>).” Katanya.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor Paramadina Didik J. Rachbini: Kencan Dinasti Menteng, Christianto Wibisono Sindir Elitisme Politik</title>
		<link>https://newsdetik.co/prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik</link>
					<comments>https://newsdetik.co/prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 23:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Christianto Wibisono]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[Obituari]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom senior Indonesia, Christianto Wibisono, meninggal dunia pada Kamis (22/7). Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Didik...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik/">Rektor Paramadina Didik J. Rachbini: Kencan Dinasti Menteng, Christianto Wibisono Sindir Elitisme Politik</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekonom senior Indonesia, Christianto Wibisono, meninggal dunia pada Kamis (22/7). Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Didik J. Rachbini, mengenang sahabatnya dalam sebuah tulisan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">CATATAN ATAS SAHABAT CHRISTIANTO WIBISONO</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Covid-19 tidak kenal ampun menyerang siapa saja. Yang sehat dan kuat pada umumnya tahan menghadapi serbuan covid-19 ini. Tetapi yang kebetulan pertahanan tubuhnya lemah, maka resikonya besar. Resiko itu kini ditanggung oleh sahabat senior saya, tokoh Angkatan 66, Christianto Wibisono (CW). Tokoh senior ini tidak lagi mampu menghadapi pandemi, yang sekarang menjadi masalah bersama bangsa ini dan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Satu per satu gugur, termasuk sahabat Chritianto Wibisono.</li><li>Christianto Wibisono adalah ahli ekonomi politik, yang sangat rajin menulis buku dan dan cukup kritis menuangkan tulisan berbagai artikel di media massa. Dalam tulisan Sjahrir (Pakar Ekonomi, Kebijakan Ekonomi dan Ekonomi Politik, 1994) CW diakui termasuk ke dalam 25 pakar ekonomi papan atas papan atas politik pada masa Orde baru, bersamaan dengan ekonomi senior, yang juga sudah wafat (Soemitro Djojohadikusumo, Sjahrir, Sarbini Sumawinata, Suhadi Mangku Suwondo, Hadi Soesastro, Pande Raja Silalahi, Soeharsono Sagir, Rijanto, Dawam Rahardjo, Hartojo Wignyowiyoto, Nurimansjah Hasibuan, The Kian Wie, Frans Seda). Sedangkan pakar ekonomi lainnya yang masih sehat, antara lain Rizal Ramli, Marie Pangestu, Djisman Simanjuntak, dan lain-lain.</li><li>Ukuran kepakaran Christianto dan 25 pakar sejawat lainnya dipersempit sebagai ahli ekonomi yang rajin menulis dan menuangkan pemikiran khususnya di koran Kompas, media massa terbesar di tanah air. Pada waktu itu tidak ada internet, sirkulasinya mencapai setengan juta dan dibaca oleh jutaan warga di seluruh Indonesia. Nama CW diakui termasuk ke dalam klub 25 ekonom tersebut dan berperan sebagai analis bidang bisnis dan ekonomi politik, meskipun lulus dari Fakultas Ilmu Sosial Politik UI, bukan fakultas ekonomi.</li><li>Pada masa Orde Baru ketika bicara politik dibatasi, CW mendirikan think Tank bernama Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI). Lembaga ini tidak hanya menyediakan data-data bisnis, tetapi juga aktif menggelar seminar yang berbobot dengan uraian data-data bisnis yang kuantitatif dan analisa ekonomi politik tentang lingkungan bisnis Indonesia, yang kompleks dan bahkan terkandung misteri yang sulit ditebak.</li><li>Pada masa reformasi atau pasca Orde Baru, CW tetap aktif menuangkan pemikirannya di berbagai media dan menulis buku. Pada masa Presiden SBY, bersama saya CW menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional, wing yang diangkat presiden untuk memberikan saran dan nasehat kebijakan bidang ekonomi. Jadi, sepanjang hidupnya CW terus produktif dan tak kenal lelah mendedikasikan dirinya sebagai cendikiawan, pemikir dan terus menulis buku.</li><li>Dalam satu kesempatan, pada tanggal 6 February 2013, saya ajak presentasi di depan media massa hasil survey saya tentang popularitas tokoh, yang diperkirakan menjadi presiden pada tahun 2014. Di dalam presentasi tersebut saya menyebut Jokowi adalah presiden yang akan datang berdasarkan hasil survei lembaga baru yang saya dirikan, Pusat Data Bersatu (PBD). Semua media massa yang hadir mengutip hasil survey tersebut. Karena tiba-tiba ada hasil survey tersebut, saya dan CW banyak mendiskusikan hal tersebut dan aspek politik lainnya.</li><li>Bulan yang lalu CW masih terus berkomunikasi dengan saya dan bahkan mengirim buku tulisannya yang cukup tebal 362 halaman, berjudul “Kencan Dinasti Menteng”. Buku ini sangat menarik karena menceritakan penguasa negeri ini sesungguhnya bergulir dari elit ke elit, yang umumnya para presiden dan menteri tinggal di wilayah trategis dan mahal, yakni kawasan menteng. Ini metafora dan mungkin sindiran juga tentang elitisme politik di negeri ini, suatu gambaran perlunya pemimpin lebih merakyat. Sampai beliau wafat, saya tidak pernah mendiskusikan buku ini, kecuali di beberapa bagian pemikirannya di group WA anggota KEN masa SBY (2009-2014) dimana kita berdua ada di situ.</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. Dr. DIDIK J RACHBINI<br>Ekonom INDEF, Rektor Universitas Paramadina</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik/">Rektor Paramadina Didik J. Rachbini: Kencan Dinasti Menteng, Christianto Wibisono Sindir Elitisme Politik</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/prof-didik-j-rachbini-kencan-dinasti-menteng-christianto-wibisono-sindir-elitisme-politik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/92 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-10-03 13:28:46 by W3 Total Cache
-->