<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pandemi Archives - NewsDetik.co</title>
	<atom:link href="https://newsdetik.co/tag/pandemi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://newsdetik.co/tag/pandemi/</link>
	<description>Situs berita terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2021 03:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/07/cropped-favicon-100x75.png</url>
	<title>pandemi Archives - NewsDetik.co</title>
	<link>https://newsdetik.co/tag/pandemi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</title>
		<link>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi</link>
					<comments>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 01:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[eisha m. rachbini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=455</guid>

					<description><![CDATA[<p>newsdetik.co &#8211; Eisha M.Rachbini, Ph.D., ekonom INDEF, dalam webinar “Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://newsdetik.co">newsdetik.co</a> &#8211; Eisha M.Rachbini, Ph.D<strong>., </strong>ekonom INDEF, dalam <a href="https://www.youtube.com/watch?v=GGYMKgWDZMI&amp;t=6778s" target="_blank" rel="noreferrer noopener">webinar </a>“Merespon Pidato Kenegaraan dan Keuangan RAPBN 2022” (17/8/2021) menyatakan untuk reformasi struktur ekonomi nasional memang masih didominasi oleh sektor rumah tangga. “Ke depan, bagaimana dapat mengalihkan pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif sehingga bisa lebih mendorong investasi, hilirisasi dan ekspor.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyinggung&nbsp; pertumbuhan Ekonomi, Eisha juga mengatakan Pada Q2/2021 petumbuhannya ditopang oleh ekspor. Namun impor terlihat menurun yang sebenarnya gejala menurunnya impor terjadi sejak 2018. “Ekspor non migas masih mendominasi positif, hal itu yang mendorong positifnya neraca perdagangan nasional. Ekspor juga didukung oleh membaiknya harga komoditas di pasar internasional sejak 2020 dan diperkirakan melonjak naik pada 2021 ini dengan membaiknya demand komoditas.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eisha juga mengatakan bahwa Sektor UMKM masih jadi tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan 6 persen PDB. “UMKM harus segera didorong menguasai sektor perdagangan digital. Sayangnya, penggunaan internet Indonesia masih tergolong rendah di ASEAN, di bawah 50 persen dari total individu masih di bawah Vietnam dan jauh di bawah Malaysia.”</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="400" height="225" src="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-400x225.jpg" alt="eisha m. rachbini" class="wp-image-457" srcset="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-400x225.jpg 400w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-768x432.jpg 768w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-1536x864.jpg 1536w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3-250x140.jpg 250w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eisha-3.jpg 1920w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Eisha M. Rachbini</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Program Perlindungan Sosial Jantung Program Penanganan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Drajat Wibowo, Ph.D., ekonom senior INDEF menyatakan bahwa Pandemi dan PPKM sangat memukul ekonomi rumah tangga dari rakyat berpengahasilan harian. “Hal itu karena jumlah orang yang bergantung kepada penghasilan harian baik formal ataupun non formal sangatlah besar. BPS mencatat, jumlah pekerja pada Agustus 2020 adalah 128,45 juta angkatan kerja. Sejumlah 77,67 juta (60,47 %) diantaranya adalah pekerja informal, baik pertanian maupun non pertanian. Dari pekerja formal, 27,48 juta di manufaktur dan sebagian besar mereka menerima upah harian.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga: <a href="https://newsdetik.co/eisha-m-rachbini-ph-d-umkm-harus-didorong-kuasai-sektor-perdagangan-digital/"><strong>Eisha M. Rachbini, Ph.D.: UMKM harus didorong Kuasai Sektor Perdagangan Digital</strong> </a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Drajat juga menyinggung pentingnya penanganan pandemi Covid-19&nbsp; “Karena itu, sebelum covid 19 teratasi, dalam arti menjadi penyakit yang mudah diobati (seperti flu biasa) melalui vaksinasi dan/atau ditemukan obat-obatan dan perawatan preventif medis atau kuratif, maka program perlindungan sosial (Perlinsos) amat sangat krusial. Dia harus berada dalam jantung program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.”</p>



<h3 class="wp-block-heading">Inflasi 3% Sinyal Perbaikan Pertumbuhan Ekonomi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="400" height="225" src="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-459" srcset="https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-400x225.jpg 400w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-768x432.jpg 768w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-1536x864.jpg 1536w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l-250x140.jpg 250w, https://newsdetik.co/wp-content/uploads/2021/08/eko-l.jpg 1920w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Eko Listyanto</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tinjauan Eko Listyanto, MS, Wakil Direktur INDEF menyatakan bahwa inflasi yang diproyeksikan 3 persen adalah signal dari perbaikan pertumbuhan ekonomi karena di era pertumbuhan biasanya akan diikuti dengan peningkatan inflasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Inflasi di Indonesia biasanya relatif pelan-pelan dan tidak akan tiba-tiba melonjak karena pemulihannya juga perlahan. Ketika daya beli masyarakat terpukul di kala pandemi, maka saat terjadi pemulihan produsen tidak akan segera menaikkan harga karena daya beli masyarakat juga belum langsung pulih. BI rate juga diperkirakan tidak akan turun lebih dulu bahkan kemungkinan menaik bila terjadi gejolak di pasar keuangan.” Kata Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baca juga </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Eko yang harus diwaspadai pada 2022 tetaplah inflasi pangan pada saat pemulihan ekonomi. “Hal ini harus menjadi prioritas perhatian pemerintah terutama aspek aksesibilitas. Ketika demand meningkat tidak semua daerah punya stok cukup untuk mensuplai pasar, sehingga ada daerah-daerah yang minus dan menjadi efek inflatoir.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai tukar juga tetap optimis pada Rp14.350 per USD, yang mungkin adalah gambaran dari optimisme pertumbuhan ekonomi itu sendiri. “Tetapi jika <em>speed of recovery </em>dari negara-negara maju berbeda dengan domestik, maka mungkin ada capital outflow yang pindah ke negara-negara maju akibat lambatnya <em>recovery </em>dalam negeri.” Lanjut Eko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eko juga menyinggung bahwa pemulihan yang cepat di negara-negara maju adalah peluang besar bagi Indonesia untuk mendorong ekspor.</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/">INDEF: Perlindungan Sosial Menjadi Jantung Penanganan Pandemi dan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/indef-perlindungan-sosial-menjadi-jantung-penanganan-pandemi-dan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</title>
		<link>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh</link>
					<comments>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[newsdetik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 22:24:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonom]]></category>
		<category><![CDATA[indef]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://newsdetik.co/?p=427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan jika krisis sebelumnya, termasuk Depresi Besar 1929-1939 dipicu oleh sektor...</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ekonom Senior, Faisal Basri mengungkapkan jika krisis sebelumnya, termasuk Depresi Besar 1929-1939 dipicu oleh sektor keuangan maka krisis dewasa ini dipicu krisis kesehatan.  “<em>Saving live is saving the economy</em>. Yang terjadi bukan semata disrupsi ekonomi dan kesehatan, melainkan meliputi hampir semua aspek kehidupan sosial, budaya, politik dan pertahanan. Penyembuhan harus dengan pola pikir baru, lintas disiplin dan melibatkan semua pemangku kepentingan.” katanya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Faisal menyampaikan paparannya dalam webinar yang diselenggarakan Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bertajuk “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Fondasi Ekonomi &amp; Agenda Pembangunan di Indonesia” yang dipandu oleh Ika Karlina Idris, Ph.D. (13/8/2021) </p>



<p class="wp-block-paragraph">Webinar ini juga dihadiri Managing Director PPPI A. Khoirul Umam, PhD, serta pembicara: Ekonom Faisal Basri – Ekonom Senior INDEF, Wijayanto Samirin – Ekonom Universitas Paramadina, dan Muhammad Faisal, PhD – Direktur Eksekutif CORE Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut ia memaparkan strategi mengendalikan pandemi &nbsp;“Kembali ke <em>basic</em> kembali ke kaidah kesehatan, memutus mata rantai penularan, prioritas utama adalah menyelematkan nyawa manusia, jangan dikomersialisasi­kan, kepemimpinan nasional yang tangguh dan pengorganisasian yang apik, komunikasi publik yang efektif. Ini 5 prinsip dasar yang kurang atau tidak dijumpai di kita.” Katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi ini perang yang diakui pemerintah lebih sulit dari perang konvensional, tapi kita tidak pernah <em>declare</em>&nbsp; ada kedaruratan menghadapi covid. “Menghadapi covid sebagai <em>business as usual</em>, dengan menggunakan UU yang ada. sehingga muncullah piutang rumah sakit kepada Pemerintah 40 triliun, nakes tidak dibayar honorariumnya. “ kata Faisal Basri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan yang sama Faisal mengibaratkan Pandemi ini seperti membuka kotak pandora. “Struktur ekonomi Indonesia rapuh. Mayoritas penduduk masih tergolong <em>insecure</em> dan ketimpangan cenderung meningkat. <em>Value extraction</em> kian dominan ketimbang <em>value creation</em>, menyebabkan pertumbuhan produktivitas (<em>total factor productivity</em>) melambat bahkan mengalami penurunan. lebih mengandalkan otot dan keringat (<em>perspiration</em>) ketimbang otak (<em>aspiration</em>).” Katanya.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/">Faisal Basri: Struktur Ekonomi Indonesia Rapuh</a> appeared first on <a href="https://newsdetik.co">NewsDetik.co</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://newsdetik.co/faisal-basri-struktur-ekonomi-indonesia-rapuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 19/104 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: newsdetik.co @ 2026-09-28 10:25:07 by W3 Total Cache
-->