Demi Kopi

Universitas Mitra Bangsa Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Banjir: Fokus Lindungi Dokumen Penting Warga Pejaten Timur

  • Share
banner 468x60

Pejaten Timur, 20 Agustus 2025 – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Mitra Bangsa menggelar pelatihan bertajuk “Kesiapsiagaan Bencana Banjir untuk Menyelamatkan Dokumen Penting dan Mengurangi Risiko Kehilangan Data” bagi warga RT 11, Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/8). Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Tahun Anggaran 2025 untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam solusi nyata terhadap permasalahan sosial.

Pelatihan berlangsung di Balai Warga RT 11 dan diikuti puluhan peserta, mulai dari warga setempat, kelompok ibu-ibu PKK, hingga pengurus RT. Fokus kegiatan adalah membekali masyarakat dengan keterampilan praktis dalam menghadapi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

banner 336x280

Warga diberikan pemahaman tentang cara melindungi dokumen penting—seperti KTP, akta kelahiran, ijazah, hingga sertifikat tanah—agar terhindar dari kerusakan dan kehilangan saat banjir terjadi. Selain itu, tim juga memperkenalkan cara penyimpanan data digital berbasis cloud storage serta langkah penyusunan “tas siaga bencana” yang berisi dokumen dan perlengkapan darurat untuk evakuasi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Nurul Wahdini, B.H.Sc., M.M., bersama tim pengajar Indi Nervilia, BIBM., M.B.A., dan Ahmad Fajar Siddiq, S.Kom., M.Kom., serta melibatkan dua mahasiswa Universitas Mitra Bangsa, Fiyaz Fathi Ananto dan Jea Nadya Chintya Putri, yang aktif mendampingi warga.

Dalam sambutannya, Ketua RT 11 Hasan Basri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas inisiatif ini. “Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, mengingat wilayah kami sering terdampak banjir musiman. Edukasi soal perlindungan dokumen pribadi memberi nilai tambah yang nyata bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Nurul Wahdini menekankan pentingnya kesadaran melindungi dokumen dan data. “Kerugian akibat banjir tidak hanya bersifat material, tetapi juga administratif. Kehilangan dokumen penting bisa berdampak panjang. Karena itu, kami berharap warga bisa segera menerapkan pengetahuan yang didapat,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian turut membagikan alat pelindung dokumen tahan air kepada peserta agar dapat langsung digunakan dalam upaya mitigasi risiko.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat RT 11 Pejaten Timur diharapkan tidak hanya lebih siap secara fisik dalam menghadapi bencana banjir, tetapi juga memiliki kesiapan administratif untuk meminimalkan dampak kerugian di masa mendatang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *