Demi Kopi

Dari Diskusi Daring ke Bimbingan Teknis Tatap Muka, Inovasi BENING Perkuat Kompetensi Pengelola Air Minum Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bekasi

  • Share
banner 468x60

Kabupaten Bekasi – 30 Juli 2026 – Keberhasilan penyediaan air minum berbasis masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tersedianya jaringan perpipaan, tetapi juga oleh kapasitas para pengelolanya dalam menjaga kualitas air, memelihara sarana, serta memastikan layanan tetap berjalan secara berkelanjutan. Tanpa pengelolaan yang baik, infrastruktur yang telah dibangun berisiko mengalami penurunan kualitas bahkan berhenti beroperasi.

Berangkat dari tantangan tersebut, Puskesmas Setu I mengembangkan inovasi BENING (Bersama Edukasi dan Stikerisasi Kualitas Air Perpipaan Terjamin) sebagai model pembinaan berkelanjutan bagi penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis masyarakat. Inovasi ini lahir setelah hasil evaluasi pada tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 4 dari 35 penyelenggara SPAM di wilayah kerja Puskesmas Setu I yang secara rutin melakukan pemeriksaan kualitas air. Sebagian besar pengelola juga belum memahami pentingnya pengawasan kualitas air maupun langkah-langkah teknis dalam mengatasi berbagai permasalahan pada sistem penyediaan air minum.

banner 336x280

Melalui BENING, pembinaan tidak lagi berhenti pada pemeriksaan kualitas air dan penyampaian hasil laboratorium. Pendekatan yang diterapkan mengintegrasikan inspeksi kesehatan lingkungan, pemeriksaan laboratorium, edukasi, pemberian rekomendasi teknis, konsultasi melalui grup WhatsApp, hingga penyelenggaraan KOPDAR (Kopi Darat) Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum yang dikemas dalam bentuk bimbingan teknis.

Sebagai bagian dari implementasi inovasi tersebut, Puskesmas Setu I menggelar KOPDAR Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat pada 1 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola PAMSIMAS dan pengelola air minum swadaya dari berbagai desa di wilayah kerja Puskesmas Setu I. Selain menghadirkan Sanitarian Puskesmas Setu I, kegiatan ini juga melibatkan Fasilitator PAMSIMAS Kabupaten Bekasi sehingga peserta memperoleh penguatan dari aspek kesehatan lingkungan sekaligus aspek teknis pengelolaan sarana air minum.

Kegiatan tatap muka ini merupakan pengembangan dari komunikasi yang telah terjalin sejak tahun 2020 melalui grup WhatsApp pengelola air minum berbasis masyarakat. Selama bertahun-tahun, grup tersebut menjadi media koordinasi, konsultasi, dan berbagi informasi. Namun, seiring meningkatnya kompleksitas permasalahan di lapangan, komunikasi secara daring dinilai belum cukup untuk menjawab berbagai tantangan teknis yang dihadapi para pengelola.

Melalui KOPDAR, forum diskusi berkembang menjadi ruang belajar bersama yang lebih interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga didorong untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing, bertukar pengalaman, serta bersama-sama mencari solusi berdasarkan praktik lapangan dan kajian teknis.

Berbagai isu strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari pentingnya survei geolistrik sebelum pengeboran sumur, penanganan kandungan mangan yang melebihi baku mutu, penyebab ambruknya sumur bor, risiko penggunaan dua pompa submersible dalam satu sumur, hingga teknik pemeliharaan pompa agar lebih efisien dan memiliki umur pakai yang lebih panjang. Seluruh materi disusun berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi peserta sehingga dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan sistem penyediaan air minum di lapangan.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pelanggan, pemeliharaan jaringan perpipaan, pengelolaan keuangan, hingga strategi menjaga keberlanjutan layanan. Pendekatan partisipatif tersebut menjadikan setiap peserta tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi peserta lainnya.

Sanitarian Puskesmas Setu I sekaligus penggagas inovasi BENING, Sri Werdiningsih Retno Asmara, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kemandirian para pengelola agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan air minum secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin pengelola hanya datang mendengarkan materi, kemudian pulang tanpa perubahan. Melalui KOPDAR ini kami ingin setiap peserta pulang membawa pengetahuan baru, solusi atas persoalan yang dihadapi, serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Sri, pembinaan yang dilakukan secara konsisten merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan kajian yang tengah ia dalami sebagai mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan, yang mempelajari keterkaitan aspek teknis, kelembagaan, sosial, finansial, dan kesehatan lingkungan dalam mewujudkan sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan.

Ke depan, KOPDAR akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembinaan dalam inovasi BENING. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antarpengelola, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan, serta mendorong semakin banyak penyelenggara SPAM yang secara mandiri melakukan pengawasan kualitas air.

Melalui inovasi BENING, Puskesmas Setu I menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu identik dengan teknologi yang rumit. Inovasi juga dapat lahir dari upaya membangun ruang belajar bersama, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata atas persoalan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi fondasi BENING dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan lingkungan sekaligus memastikan masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh layanan air minum yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *