Jakarta, September 2026. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Paramadina terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan karya komunikasi visual yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat maupun industri. Hal ini sejalan dengan Visi DKV Universitas Paramadina untuk menjadi Program Studi Komunikasi Visual unggulan yang berfokus pada komunikasi visual branding, dengan menerapkan teknologi terkini untuk mengangkat nilai-nilai lokal berlandaskan etika.
Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan sidang karya akhir mahasiswa yang tidak hanya menjadi proses evaluasi akademik, tetapi juga mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi industri. Karya akhir dikembangkan berdasarkan persoalan dan kebutuhan nyata, bahkan sejumlah karya telah diterapkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh industri maupun masyarakat pada tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Melalui proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan visual, tetapi juga didorong untuk melakukan riset, mengidentifikasi masalah, merumuskan strategi komunikasi, serta menghasilkan solusi desain yang dapat diimplementasikan. Pemanfaatan teknologi terkini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan karya dengan tetap mengangkat nilai lokal dan menjunjung prinsip etika.
Dekan Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina, Hendriana Werdhaningsih, Ph.D., memberikan paparan mengenai arah pengembangan pendidikan serta pentingnya keterhubungan pembelajaran dengan kebutuhan dan perkembangan dunia profesional. Hal ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dan menghasilkan karya yang relevan serta berkontribusi bagi industri dan masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Paramadina, Vidya Kharisma, M.Ds., memaparkan proses pembelajaran dan pengembangan karya akhir mahasiswa. Karya akhir menjadi bagian dari pembentukan kompetensi mahasiswa, mulai dari perumusan masalah, riset, pengembangan konsep, hingga menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan memiliki peluang untuk diterapkan di dunia nyata.
Perspektif industri turut dihadirkan melalui Aditya Rizky dari Guava Film sebagai praktisi sekaligus dosen penguji karya akhir. Kehadirannya memberikan mahasiswa wawasan profesional mengenai standar, tantangan, dan kebutuhan industri kreatif. Aditya Rizky merupakan bagian dari Guava Film, rumah produksi yang dikenal melalui film animasi Pelangi di Mars. Keterlibatannya memberikan nilai tambah melalui masukan langsung dari praktisi yang berpengalaman di industri kreatif.
Menjembatani Akademik dan Industri
Keterlibatan praktisi industri menjadi upaya DKV Universitas Paramadina dalam memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesional. Evaluasi karya tidak hanya mempertimbangkan aspek akademik dan kualitas visual, tetapi juga relevansi terhadap kebutuhan pengguna, potensi implementasi, serta peluang pengembangan dalam konteks industri.
Melalui proses tersebut, karya akhir mahasiswa menjadi jembatan antara ruang akademik dan praktik profesional, sekaligus berpotensi berkembang menjadi solusi komunikasi visual bagi masyarakat, pelaku usaha, organisasi, maupun industri kreatif.
Dari Lokal hingga Internasional
Dampak karya mahasiswa DKV Universitas Paramadina terlihat dari beragam konteks penerapannya. Pada tingkat lokal, karya memberikan solusi bagi komunitas, UMKM, perusahaan, dan kebutuhan komunikasi visual masyarakat. Pada tingkat nasional, karya dikembangkan untuk kebutuhan organisasi, brand, lembaga, maupun industri kreatif. Sementara di tingkat internasional, karya mahasiswa memiliki peluang berpartisipasi dalam ekosistem desain global melalui publikasi, kompetisi, pameran, dan kolaborasi lintas negara.
Melalui pendekatan tersebut, DKV Universitas Paramadina terus membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang berdampak, bukan sekadar karya yang selesai, dengan memadukan branding, teknologi terkini, nilai lokal, dan etika untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan industri kreatif global.
















