Demi Kopi

Urban Partnership Melting Pot: Kontribusi Kampus UPJ menjawab Masalah Urban di Indonesia

Gedung Universitas Pembangunan Jaya - Dokumentasi UPJ
banner 468x60

Urban Partnership Melting Pot (UPMP) merupakan bagian dari kerja sama Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dengan Humboldt Kolleg, sebuah lembaga dari Jerman, yang bertujuan sebagai wadah bagi para insan peneliti, penulis dan media untuk bergabung dan memberikan ide kreatif dan gagasan melalui fokus tema: 

  1. Urban Growth Pattern, transformation, and resilience
  2. Urban Mobility and Internet of Things
  3. Social, health, education, environment, and economic development

Program ini akan berlangsung 17-22 Januari 2022 secara virtual dan mengundang banyak pemangku kepentingan yang peduli terhadap isu pembangungan perkotaaan dengan melalukan registrasi pada tautan ini.

banner 336x280

Aktivitas ini sekaligus upaya meneruskan tradisi unggul UPJ pada bidang Urban Studies dengan mendirikan Pembangunan Jaya Center for Urban Studies.  Tantangan pembangunan perkotaan bukan hanya sekedar membangun fasilitas fisik semata.  Pembangunan kota yang berkelanjutan dengan memperhatikan pelestarian lingkungan dengan tetap mengakomodasi gaya hidup perkotaan yang membutuhkan fasilitas yang serba cepat, pintar, simple dan efesien.  Belum lagi dengan semakin terbatasnya tempat tinggal bagi masyarakat perkotaan menjadikan mengapa UPMP ini penting untuk dilakukan.  “Center for Urban Studies (CUS) didirikan   untukmenjawab tantangan kebutuhan perencanaan kawasan perkotaan beserta masalah komprehensif warga kota,” ujar Leenawaty Limantara, Ph.D, rektor UPJ.  “Lima bidang utama yang menjadi klaster turunan Urban Studies di CUS UPJ adalah: Urban Growth, Urban Culture, Urban Development, Urban and the Future, dan Urban Society.” Jelasnya lagi.

 Kolaborasi UPJ dengan lembaga dari Jerman Humboldt Kolleg bertujuan memperkuat jaringan kerja sama profesional di tingkat regional antar alumni (Humboldtians) dan memperkenalkan serta meningkatkan minat dan semangat peneliti muda terhadap program Alexander von Humboldt Foundation (AvH). Yayasan ini mengedepankan visi kolaborasi antar negara dengan Jerman sebagai lokasi penelitian. 

Kegiatan Humboldt Kolleg diprakarsai oleh para alumni (Humboldtians) atau asosiasinya dan didukung secara finansial oleh AvH. Humboldt Kolleg telah diadakan di berbagai negara di luar Jerman (Amerika Serikat, Prancis, Italia, Polandia, Nigeria, Kenya, Afrika Selatan, Cina, India, dan lain-lain). Pesertanya adalah alumni program AvH, yang UPJ merupakan salah satu diantaranya,  dan peneliti muda yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikan Humboldt Kolleg sebagai salah satu instrumen penting dalam mengumpulkan para peneliti muda terbaik, generasi pemimpin potensial dalam IPTEK serta di bidang lain bukan hanya di Jerman dan bahkan di seluruh dunia.

Pertemuan para peneliti, pembicara, maupun partisipan yang berasal dari berbagai negara serta tema mengenai Urban Studies juga adalah tema komprehensif dari berbagai bidang ilmu menjadikan program  kerja sama UPJ dengan Humboldtians ini layak disebut “melting pot.”

Humboldt Kolleg tahun 2022 ini merupakan aktivitas kedua yang diselenggarakan oleh UPJ. Tahun 2017, Humboldt Kolleg di UPJ mengambil tema “The Rise of ASEAN and Strategic Partnership in Understanding the Complexity and Collective Phenomena in Emergent Societies”. Aktivitas di tahun 2017 tersebut juga merupakan kerja sama antara UPJ dengan Kementrian Ristek Dikti Indonesia. Lima topik utama dalam pertemuan tersebut adalah: Urban economics, City planning, architecture and infrastructure, Urban Health and Society, Environmental risks in Urban and Regional Development, Strategic partnership in Urban Research. Dengan rekam jejak aktivitas ini, UPJ kembali menjadi fasilitator pertemuan terkait Urban Studies ini dan menunjukkan komitmen penuh untuk mengembangkan kajian urban di Indonesia. 

            Para pengajar di UPJ juga turut serta dalam memberikan kontribusi nyata melalui konsep, penelitian, dan publikasi ilmiah dalam bidang urban studies. Hal ini terbukti dalam pencapain publikasi, terdapat 22 publikasi ilmiah terindeks Scopus tentang urban studies oleh para peneliti UPJ. Sementara publikasi ilmiah yang terindeks Google Scholar ada 64 artikel ilmiah. Secara keseluruhan dalam indeks Sinta tercatat 83 penulis UPJ yang terdaftar dalam bidang unggulan Urban Studies. Rekam jejak tersebut tercapat sudah sejak awal berdirinya UPJ dengan para peneliti yang memang direkrut dengan keahlian dalam bidang kajian urban. 

“Berbagai upaya yang selama ini telah dilakukan oleh Universitas Pembangunan Jaya bukan hanya untuk meneruskan tradisi unggul, namun berkontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat urban melalui urban studies. Di masa mendatang, kami berharap kajian urban akan semakin melekat dengan kiprah UPJ,” pungkas Leenawaty.

banner 336x280
banner 120x600

Response (1)

  1. Very good blog you have here but I was wondering if you knew of any discussion boards
    that cover the same topics discussed in this article? I’d really like to be a part of group where I can get
    feedback from other experienced people that share the same interest.

    If you have any recommendations, please let me know.
    Many thanks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *