Kampus UPJ resmi membuka Humboldt Kolleg Urban Parnership Melting Pot pada Senin (17/1/2022) lalu. Acara pembukaan ini juga menandai perayaan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E. Ina Lepel menyampaikan sambutan “Kerja sama bilateral Jerman dan Indonesia sangat penting karena posisi Indonesia sebagai negara terbesar di Asean dengan praktik demokrasi telah menjadi teladan baik bagi para pemimpin negara.”
Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan pentingnya pengembangan IPTEK dari kerja sama bilateral yang sudah terjalin. “Jerman merupakan negara yang kuat dalam penguasaan sains dan teknologi, melalui BRIN, Indonesia siap untuk mendukung kerja sama lanjut dengan Jerman melalui berbagai skema unggulan IPTEK. Saya mengundang partisipan dalam Humboldt Kolleg ini untuk memanfaatkan hibah-hibah kerja sama riset dan inovasi dari skema-skema yang terus berkembang dalam BRIN dan kolaboratornya”, ujarnya.
Acara yang berlangsung selama virtual ini berlangsung selama enam hari ini. Selain menghadirkan para pakar urban studies juga menyampaikan kesempatan sponsorship program melalui yayasan Yayasan Alexander von Humboldt berupa kerja sama akademik antara lembaga pendidikan di Jerman dan negara asing untuk transfer ilmu dan bekerja sama dengan peneliti.
Urban Partnership Melting Pot menunjukkan tema yang diusung UPJ sebagai penguatan isu kajian urban yang merupakan unggulan kampus ini. Konferensi ini juga membuka kesempatan untuk para peneliti, penulis, dan media untuk mengajukan gagasan dan ide kreatif terkait tema utama, yaitu: urban growth pattern, transformation, and resilience, urban mobility and IoT, dan social, health, education, environment, and economic development.
Leenawaty Limantara, Ph.D., Rektor UPJ menyampaikan “dengan pengalaman ini, kami yakin, UPJ akan mampu mengembangkan kajian urban yang mumpuni dan berkontribusi nyata bagi Indonesia”, pungkasnya.
















