Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal, tim kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Universitas Mitra Bangsa dan Universitas ASA Indonesia telah melakukan serah terima aset Program Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula. Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia untuk pendanaan tahun 2025.
Kegiatan berlangsung pada tanggal 27 Juli 2025 di Gang Desa, Cileungsi, dan dihadiri oleh Ketua LPPM Universitas Mitra Bangsa, Dr. Dra. Nurwulan Kusuma Devi, M.M., perwakilan mitra pelaksana dari organisasi filantropi Kitasemua.bisa, tim dosen dan mahasiswa pelaksana, serta masyarakat mitra binaan.
Program ini mengusung tema “From Zero to Bisa” – Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga: Transformasi Talas Gandoang Menjadi Sumber Penghasilan Baru. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ibu rumah tangga di wilayah Gang Desa, Desa Limus Nunggal, Cileungsi. Talas Gandoang, komoditas lokal yang melimpah namun belum optimal dimanfaatkan, dipilih sebagai bahan baku utama untuk inovasi produk kuliner yang bernilai ekonomis.
Tim pelaksana program terdiri dari Selfiana, S.E., M.M. sebagai ketua tim, dengan anggota pelaksana Dewi Listiorini, S.E., M.M., dan Dra. Herra Herryani, M.Par., serta dua mahasiswa, yaitu Audy Lea Safrani dan Anggi Haryadi.
Dalam sambutannya, Melanie Widya Prathita, S.T., MEM., selaku Koordinator Mitra Pelaksana dari Kitasemua.bisa, menekankan pentingnya program ini sebagai solusi penguatan ekonomi keluarga di tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat. Berdasarkan data Diskominfo Kabupaten Bogor tahun 2023, sekitar 12,5% perempuan di Desa Limus Nunggal tidak bekerja, dan 20,29% merupakan ibu rumah tangga. Artinya, lebih dari 33% perempuan bergantung sepenuhnya pada penghasilan suami. Sementara itu, 13,53% pria di desa tersebut juga tidak bekerja, sehingga peluang peningkatan keterampilan dan pendapatan menjadi sangat mendesak.
Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif bagi ibu-ibu rumah tangga dalam bidang pengolahan kuliner berbahan dasar talas, seperti Talas Mustofa, Kripik Talas, dan Talas Coklat Glaze yang dipandu tim asisten lapangan Encik Daffa Rizki dan Mayudi Sukandriyo.. Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan pelatihan pemasaran digital, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), serta edukasi tentang kandungan gizi dan manfaat kesehatan dari talas sebagai pangan lokal.
Sebagai target luaran, program ini menargetkan terbentuknya dua Kelompok Usaha Bersama (KUB), masing-masing beranggotakan maksimal 10 orang. Kedua kelompok ini akan dibagi lagi menjadi empat kelompok kecil untuk mempermudah proses pelatihan, praktik, dan pendampingan yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa dari kedua universitas tersebut. Melalui pendekatan ini, diharapkan para peserta memiliki keterampilan yang memadai dan dapat menjalankan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Setelah program hibah ini selesai, pemantauan dan pendampingan terhadap program yang telah dilaksanakan akan dilanjutkan oleh organisasi mitra pelaksana Kitasemua.bisa. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari dukungan terhadap agenda strategis nasional dan global, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM berbasis pangan lokal, serta upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan berbasis komunitas.
















